This blog is no longer updated pls post comment to http://yorissebastian.com

Thinking Out of the Box – Execute Inside the Box

Djarum Black Innovation Awards Goes to Campus November 30, 2008

Filed under: creative,event — yoris72sebastian @ 12:27 pm
Tags: , , , ,

Tahun ini, Black Innovation Awards (BIA) mulai bikin roadshow ke campus-campus di seantero Indonesia.ย  Setiap berkunjung untuk pameran karya para pemenang dan finalis BIA 2007 dan 2008, BIA juga mengadakan talkshow yang menampilkan Creative Entrepreneur, Public Figure, Juri, Panitia dan Pemenang BIA untuk bertemu langsung dengan para mahasiswaย  di kota tersebut.

para calon innovator BIA 2009 sedang melihat karya finalis 2008

para calon innovator BIA 2009 di Yogya, sedang melihat karya finalis 2008... ditunggu inovasi anak Yogya ๐Ÿ˜‰

Intinya untuk memberi inspirasi kepada mereka semua bahwa dengan sedikit kreatif, kita bisa bisa lebih sukses dalam kehidupan sehari-hari.ย  Selain itu tentunya untuk menjelaskan betapa mudahnya ikut BIA dan lomba ini tidak melulu hanya untuk orang-orang yang bergerak di bidang design produk.ย  Ada juga pemenang yang berasal dari florist, guru dan lain sebagainya.

Fauzi Baadilla nimbrung dengan peserta saat 'brain exercise'

Fauzi Baadilla nimbrung dengan peserta saat 'brain exercise'

Saya tidak sempat ikut semua kota, namun di Malang kemarin saat sesi ‘Brain Exercise’ ternyata dalam hitungan menit sungguh banyak ide kreatif dan inovatif yang lahir setelah sekian jam diberikan presentasi dan talk show soal inovasi.

Saya semakin yakin, Indonesia memang gudangnya orang kreatif ๐Ÿ˜‰

anak-anak Malang sedang 'brain exercise' dalam hitungan menit banyak sekali inovasi baru lahir... ditunggu ya karya2nya

anak-anak Malang sedang 'brain exercise'

Advertisements
 

Kreatif Memanfaatkan yang Apkiran

Filed under: creative,inspiration — yoris72sebastian @ 10:29 am
Tags: , , , ,

Saya cukup beruntung, sering memberikan seminar atau workshop di seantero Indonesia. Sambil melihat keindahan alam kota-kota di Indonesia, tentunya juga selalu menyempatkan untuk ber-wisata kuliner.

Nah pas di Yogyakarta awal bulan November lalu, saya beruntung kebagian makan Bebek Goreng Haji Slamet asal Solo yang terkenal itu. Saya makan jam 6, itupun sempat antri meja ala Bakmi Gajah Mada (Siapa cepat dia dapat) dan tak lama setelah Bebek saya datang, tampaknya Bebek Gorengnya sudah habis karena signage ‘habis’ sudah dipasang di depan padahal waktu belum sampai jam 7 malam. Rasanya memang enak sekali dan sangat garing. Dan…… sambel korek nya itu lho…. parah…!!!

bebek-goreng-haji-slamet

Namun kenapa saya posting berita ini bukan karena enaknya namun karena sang pemilik dengan kreatif memanfaatkan Bebek yang di kalangan peternak termasuk jenis yang sudah Apkiran. Pak Slamet hanya menggunakan bebek jenis super yang sudah 4 kali bertelur dalam rentang selama 2 tahun.ย  Lagipula kalau masih muda, dagingnya mudah hancur saat direbus.

Ini yang saya sebut kreatif memanfaatkan win-win situation. Peternak bisa memanfaatkan dulu untuk mendapatkan telur dan mengembang biak, Pak Slamet memasaknya disaat sudah masuk masa apkiran.

Saya jadi ingat saat menjalankan C21 Boutique Cafe di Plaza Senayan. Sewanya terbilang rendah dibanding outlet-outlet sekitarnya di lantai dasar yang biasanya sangat premium harga sewanya, kenapa? lantaran posisinya di depan eskalator sehingga tidak bagus untuk butik yang sangat mengutamakan window glass mereka.

Sementara sebagai cafe, di depan eskalator cukup baik karena bisa melihat para pengunjung ‘fashion show’ naik eskalator dan tentunya bertemu dengan teman-teman secara tidak sengaja, karena lokasinya menjadi strategis.

Well, bad location with lower rental tidak selalu jelek lho…. kreatif memilih dan kreatif dalam melihat peluang ๐Ÿ˜‰

 

Black Innovation Awards 2008 August 10, 2008

Filed under: creative — yoris72sebastian @ 2:00 am
Tags: , , , , , , ,

Baru saja, Black Innovation Awards 2008 selesai digelar. Tahun ini para pemenang berasal dari luar Jakarta semua. Mereka adalah:

I Gusti Bagus Putra Ariawan dari Bali (Tongkat Cahaya)

Irvan Hermawan dari Bandung (Shotore)

Ana Ningsih dari Solo (Multiclos)

Dony Arsetyasmoro dari Yogyakarta (Tasenden)

Tahun ini para pemenang melahirkan produk-produk yang lebih mudah untuk digunakan oleh orang banyak dan diproduksi masal.

Semuanya merupakan problem solver dari masalah kita sehari-hari sesuai dengan objective event yang sudah memasuki tahun kedua. Ada yang untuk kebutuhan rumah, kebutuhan kantor, alat transportasi dan juga waktu luang. Semuanya sangat Indonesia, kecuali Shotore – penutup sepatu untuk mereka yang suka main skate board. Panitia yang dibantu Ruang Rupa, tidak menemukan barang serupa walau skate board sebenarnya olahraga international. Irvan terinspirasi dari sepatu teman-temannya di kampus yang rata-rata mahal namun akhirnya rusak dimakan board.

Selebihnya sangat Indonesia, sebut saja Tongkat Cahaya yang dibuat oleh Gusti untuk membantu tukang pijat tuna netra yang tidak berani kerja malam karena takut diserempet mobil. Maklum seringkali kita pulang kerja sudah malam. Selain itu saya senang dengan spirit recycle dimana seluruh peralatan dibuat dari bahan-bahan bekas, mulai dari tongkatnya diambil dari kaki tripod yang atasnya sudah rusak, bel dari sepeda anaknya dan lampu juga dari mainan anaknya. Dengan kemenangan dengan hadiah Rp. 25 Juta ini, sang anak patut mendapat hadiah tentunya ๐Ÿ˜‰

Multiclos, sebuah penambahan untuk closet yang dibuat untuk mereka yang hanya bisa buang air besar dengan cara jongkok. Saya ingat beberapa kali dulu waktu bekerja di HAI, saya suka kebagian dinas luar negri dengan wartawan baru, memang menjadi masalah bagi mereka yang tidak biasa closet duduk ๐Ÿ™‚

Last but least, my favorite Tasenden karena produk ini sangat pas dilaunch pada mudik 2008 nanti. Tas ini mengamankan penumpang motor, bilamana ia tertidur saat dibonceng motor.

Saya berharap, BIA 2009 akan digelar lagi oleh Djarum Black. Saya punya keyakinan bahwa dengan dibuatnya event ini secara reguler, suatu hari nanti anak muda Indonesia bisa menciptakan inovasi yang diperlukan sesama, bisa diproduksi masal dan dikenang sepanjang masa. Seperti layaknya post-it, gunting dan masih banyak barang temuan lainnya.

Indonesia memiliki banyak orang kreatif dan inovatif, namun selama ini tidak ada ajang dan wadah untuk menunjukkan kemampuan diri. Thank you Black Innovation Awards yang sudah menjadi pelopor lomba inovasi di Indonesia.