This blog is no longer updated pls post comment to http://yorissebastian.com

Thinking Out of the Box – Execute Inside the Box

Meet Johnny Bunko – The last career guide you’ll ever need September 30, 2008

Inovasi memang tidak pernah berhenti. Please welcome…. Johnny Bunko…. When Business Book collide with Comic. Sebenarnya buku sudah cukup lama… saya sempat lupa lantaran nggak masuk-masuk ke Indonesia.

Beruntung, saat Lentera Jiwa masuk Kick Andy dan ramai dibicarakan di milis-milis, blogs dan facebook tentunya… tiba-tiba saya ingat lagi dengan buku ini.

Langsung, saya buka my lovely white Macbook putih  dan pesan buku ini di amazon.com berhubung dimana-mana tidak ada yang jual.  Mungkin someday saya harus jadi Associate Buyer di sebuah toko buku di Jakarta biar pilihan bukunya seru-seru 😉 Johnny Bunko ini aja banyak banget yang nanya… sayang harus pesen ke amazon.

(Post ini baru saya lanjutkan setelah buku saya terima dan selesai baca)

Wah ternyata enak banget baca buku bisnis versi komik… selesainya cepat (1 malam langsung selesai) dan pesan intinya masuk dengan jelas.

Kebetulan buku ini cukup mirip dengan apa yang saya kerjakan selama ini:

Lesson no. 1. There is no plan

Yup, saya awalnya mengalir saja… I have no plan for my career… but I take a job yang saya suka… I join company who let me do interesting work in a cool place.  Sebut saja mulai dari Majalah Hai sampai akhirnya Hard Rock Cafe Jakarta.

Saya sempet bingung waktu ditanya apakah saya mau jadi fotografer? wartawan? atau restaurateur? Dalam kebingungan itu saya jalankan saja semua pekerjaan saya dengan sebaik mungkin… as long as i relly like the job… waktu tidak terasa… padahal awalnya gajinya sedikit lho…

We need to make a smart choice, bukan hanya dari besaran gaji semata.

Lesson no. 2. Think Strengths, Not Weaknesses

Ini yang mungkin sering dibilang orang, saya terbilang positive thinking… bahkan dalam sebuah program di O Channel, Vera mantan sekretaris saya di HRC dulu juga ingatnya begitu 🙂

“Successful  people don’t try too hard to improve what they’re BAD at.  They capitalize on what they are GOOD at”

Sebenarnya hanya based on reality bahwa setiap manusia itu punya strengths dan weaknesses, nah buat apa kita fokus ke kekurangan kita?

Memang agak susah ya, dulu waktu kecil para guru selalu fokus ke anak-anak yang kurang bagus nilainya.  Kalau matematikanya jelek, kita disuruh les.

Pas kerja, saya coba cara berpikirnya dengan menggunakan teori pelatih sepak bola (Untung juga seneng main Winning Eleven ;)) Setiap pemain punya kekuatan masing-masing… sama seperti karyawan, kita harus fokus ke strengths mereka.

Lesson no. 3. It’s not about You.

Kalau yang ini, sebenarnya saya belajar dari sebuah quotes film Star Wars “He Gives Without the Thought of Rewards”

Jadi saya enjoy pekerjaan saya… tidak berpikir untuk imbalan atau promosi… eh malah saya terus yang di promote 🙂

Malah saya dulu terbilang bandel di HRC… waktu sedang cross training di Bar, saya malah bolos pergi party ke Prambors Cafe bersama pacar saya… eh disana malah ketemu Mas Iwan, Training Manager HRC… Ooppps, gottcha… Untungnya walau saya tidak minta… Mas Iwan tidak aduin ke top level…

Jadi walau saya jadi GM lokal pertama di Hard Rock Cafe se-Asia, saya juga bandel kok 🙂 Yang penting saya selalu berpikir whats best for the company… not for me.  Jadi kalau saya sukses dengan program I Like Monday, saya enjoy sebagai karya saya.  Bukan langsung datang ke boss dan bertanya “Buat saya apa nih boss? Kan I Like Monday udah sukses dan bikin profit gila-gilaan”

Lesson no. 4. Persistence Trumps Talent

Walau saya selalu ‘mengalah’ dan menjalankan sebaik mungkin perintah atasan, namun untuk beberapa ide yang saya sangat ‘percaya’ saya akan terus propose dengan berbagai alasan.

I Like Monday juga cukup lama persiapannya.  Malah sempet serem karena eventnya setiap minggu, sementara waktu itu persiapan mau bikin event Valentine aja perlu beberapa bulan.

So if you want it… you got to BELIEVE… you got to persistence… give more reasons to your bosses to approve you ideas.

Lesson no. 5. Make Excellent Mistakes

Yup, kalau dipikir-pikir sebelum menggelar I Like Monday… tetap ada 50% chance program tersebut gagal lantaran hari Senin memang hari yang sepi dan orang-orang males keluar.

Atau kira-kira mau nggak ya, orang-orang pergi liburan ke tempat yang  masih rahasia.  50% chance program MTV Trax Destination Nowhere akan gagal karena orang-orang gak ada yang mau ikutan.

Tapi saya terus melaju, dengan penuh perhitungan dan kalau masih gagal juga… at least I’ve tried my best to make excellent mistakes 😉 Karena kalau tidak mau punya resiko gagal akhirnya kita akan bikin hal yang sama-sama terus alias mediocre.  Wajar dong kalau gagal, we are trying to do something nobody else has done.

Lesson no. 6. Leave an Imprint

“Sekali ku hidup, sekali ku mati. Aku dibesarkan di Bumi Pertiwi. Akan kutinggalkan warisan abadi. Semasa hidupku sebelum aku mati”

Demikian sepenggal quotes dari sang Maestro, Gesang yang mengajarkan saya Eternal Heritage alias Warisan Abadi. Lewat lagu Bengawan Solo, ia meninggalkan warisan abadi buat negri tercinta ini.

Walau berharap hidup panjang, kita tidak pernah tau kapan kita dipanggil sama Tuhan.  Makanya semasa hidup, saya ingin bikin hal-hal yang nantinya bisa dikenang sepanjang masa.

“Bagi Yoris, karya monumental adalah cermin dari eksistensinya. Ia merasa ada dan diakui lingkungannya hanya jika mampu menciptakan sebuah karya besar yang pantas dikenang, Maka perjalanan karir diisinya dengan kreativitas, inovasi dan terobosan” demikian ungkapan Yuswohady, salah satu juri Young Marketers Award di majalah SWA edisi YMA.

Sejak di SMA PL, saya tidak mau coret-coret tembok bilang PL Bagus… saya suka orang lain yang bilang bahwa PL bagus…

 

Lentera Jiwa di Kick Andy September 3, 2008

Filed under: creative,inspiration,my project — yoris72sebastian @ 1:31 am
Tags: , , , ,

Rasanya senang sekali mendapatkan respon yang luar biasa dari episode Lentera Jiwa di Kick Andy. Malah banyak sekali yang minta sama Bung andy untuk memutar lagi Lentera Jiwa karena kemarin tidak sempat menonton, walau sebenarnya sudah di re-run di Metro TV hari Minggu pukul 14.30. Malah ada yang usul bikin episode Lentera Jiwa setiap bulan dengan bintang tamu berbeda… toh masih banyak ikon-ikon Lentera Jiwa di luar sana.

Saat ini di LenteraJiwa.com juga sudah banyak yang posting cerita mereka masing-masing. Sayang sekali ya, masih banyak yang belum bisa mengikuti Lentera Jiwa mereka.

Kalau disimak episode Lentera Jiwa, sungguh inspiring bagaimana Wahyu Aditya yang anak Guru Besar sebuah Kampus terkenal di Jawa, minta untuk sekolah animasi yang sebenarnya dianggap cukup kursus saja. Waditya berkeras dengan menunjukkan berbagai prestasi sehingga akhirnya diperbolehkan kuliah animasi. Dan saat ini orang tuanya sudah bangga (apalagi setelah sang anak menang di Inggris dan sekarang masuk Kick Andy 😉

Belum lagi cerita Ibu Eileen Rachman, bunda dari DJ Riri yang sempat cemas dengan anaknya yang selalu pulang pagi karena kerja sebagai DJ. Namun sekarang sudah bangga dengan berbagai prestasi DJ Riri termasuk keputusannya membuka sekolah DJ yang sudah menelurkan banyak DJ-DJ baru yang handal.

Begitu pula dengan Damien, yang walau menyelesaikan kuliahnya sebagai bakti terhadap orang tua, ia yakin dengan pilihan hidupnya sebagai seorang entertainer alias illusionis.

Chef Bara yang anak seorang diplomat, lulusan Hubungan International, namun bahagia 150% dengan pilihannya sebagai chef yang creative saat ini.

Ada yang punya contoh sukses dari orang yang bekerja atau sekolah sesuai dengan Passion mereka?

 

Lentera Jiwa goes to Kick Andy (29/8 Metro TV 21.30) August 22, 2008

Begitu video clip Lentera Jiwa jadi dan mulai diputar di banyak tv nasional, responnya cukup bagus dan ternyata sangat banyak yang merasa bekerja atau sekolah tidak sesuai dengan Lentera Jiwa mereka (Gila ya… padahal sudah era millennium nih).

Namun banyak juga yang walau sempat sekolah tidak sesuai dengan passion mereka, namun akhirnya menemukan Lentera Jiwa mereka. Salah satunya adalah Andy F. Noya yang banyak dikenal dengan program talkshow “Kick Andy” di Metro TV. Mas Andy sekolah STM namun akhirnya mantap dengan pilihannya sebagai wartawan sesuai dengan lentera jiwanya.

“Untung yah kita hari ini…. temanya inspiring dan bintang tamunya bagus-bagus…” demikian ucap ibu-ibu di belakang saya saat shooting yang di studio Metro TV tanggal 13 Agustus lalu.

Memang hari itu bintang tamu yang tampil dan bercerita soal Lentera Jiwa cukup banyak… mulai dari Animator Wahyu Aditya, Chef Bara Pattiradjawane, Psikolog Ibu Eileen Rachman, Illusionist Damien, Kuis Maker Helmi Yahya sampai Gede Prama yang meninggalkan karir yang sedang sukses waktu itu.

Better watch it yourself… saya akan posting lagi setelah acaranya tayang di Metro TV…. biar lebih seru 😉

 

“Your time is limited, so don’t waste it by living someone else’s life” April 7, 2008

Filed under: inspiration — yoris72sebastian @ 4:09 pm
Tags: , , ,

It’s very inspiring menonton pidato Steve Jobs pada Graduation Day Stanford University. Sangat banyak inspiring points yang bisa didapat. Connecting dots, terminated from the company that you love and started, stay hungry and stay foolish.

Tapi banyak orang yang terlewat dengan statement Steve, “”Your time is limited, so don’t waste it by living someone else’s life”

Ternyata Steve juga berbicara soal Lentera Jiwa. Kepada para Stanford Graduates hari itu, dia camkan bahwa bekerjalah sesuai kata hatimu.

Tentunya kita harus penuh perhitungan ya. Tapi kalau ada 2 pekerjaan yang sama-sama settled, saya akan pilih yang saya suka instead of pekerjaan yang pendapatannya besar tapi saya tidak suka atau suka namun tidak sesuai dengan visi saya lagi.

Bagaimana dengan anda?