This blog is no longer updated pls post comment to http://yorissebastian.com

Thinking Out of the Box – Execute Inside the Box

Kreatif Memanfaatkan yang Apkiran November 30, 2008

Filed under: creative,inspiration — yoris72sebastian @ 10:29 am
Tags: , , , ,

Saya cukup beruntung, sering memberikan seminar atau workshop di seantero Indonesia. Sambil melihat keindahan alam kota-kota di Indonesia, tentunya juga selalu menyempatkan untuk ber-wisata kuliner.

Nah pas di Yogyakarta awal bulan November lalu, saya beruntung kebagian makan Bebek Goreng Haji Slamet asal Solo yang terkenal itu. Saya makan jam 6, itupun sempat antri meja ala Bakmi Gajah Mada (Siapa cepat dia dapat) dan tak lama setelah Bebek saya datang, tampaknya Bebek Gorengnya sudah habis karena signage ‘habis’ sudah dipasang di depan padahal waktu belum sampai jam 7 malam. Rasanya memang enak sekali dan sangat garing. Dan…… sambel korek nya itu lho…. parah…!!!

bebek-goreng-haji-slamet

Namun kenapa saya posting berita ini bukan karena enaknya namun karena sang pemilik dengan kreatif memanfaatkan Bebek yang di kalangan peternak termasuk jenis yang sudah Apkiran. Pak Slamet hanya menggunakan bebek jenis super yang sudah 4 kali bertelur dalam rentang selama 2 tahun.  Lagipula kalau masih muda, dagingnya mudah hancur saat direbus.

Ini yang saya sebut kreatif memanfaatkan win-win situation. Peternak bisa memanfaatkan dulu untuk mendapatkan telur dan mengembang biak, Pak Slamet memasaknya disaat sudah masuk masa apkiran.

Saya jadi ingat saat menjalankan C21 Boutique Cafe di Plaza Senayan. Sewanya terbilang rendah dibanding outlet-outlet sekitarnya di lantai dasar yang biasanya sangat premium harga sewanya, kenapa? lantaran posisinya di depan eskalator sehingga tidak bagus untuk butik yang sangat mengutamakan window glass mereka.

Sementara sebagai cafe, di depan eskalator cukup baik karena bisa melihat para pengunjung ‘fashion show’ naik eskalator dan tentunya bertemu dengan teman-teman secara tidak sengaja, karena lokasinya menjadi strategis.

Well, bad location with lower rental tidak selalu jelek lho…. kreatif memilih dan kreatif dalam melihat peluang 😉

 

It’s All Started from a Mouse August 18, 2008

Filed under: creative,inspiration — yoris72sebastian @ 1:11 am
Tags: , , , ,

Kerajaan bisnis “The Walt Disney Company” mungkin saat ini menjadi salah satu perusahaan media dan entertainment terbesar di dunia (Makin tahun makin besar, malah terakhir membeli Pixar sebesar US$ 7.4 Billion). Semua orang pasti ingat bahwa semua ini berawal dari seekor tikus bernama Mickey Mouse.

Mickey Mouse adalah cartoon pertama yang dibuat Walt Elias Disney dibawah bendera Disney sendiri. Sebelumnya Walt Disney sempat membuat Oswald the Lucky Rabbit tapi karena kalah trademark dengan Universal (maklum mungkin belum ngerti waktu itu) akhirnya Walt Disney harus membuat cartoon baru. Belum lagi hampir semua tim animatornya yang ikutan membuat Oswald di-hire langsung oleh Universal. Untung ada Iwerks dan Les Clark yang tetap loyal dengan Walt Disney dan ikut ‘melahirkan’ si Tikus, Mickey Mouse.

Banyak versi bagaimana sang tikus ini diciptakan oleh Walter Disney. Saya sempet baca bahwa karena Walt Disney dulu sangat miskin, maka di kamarnya banyak tikus sehingga saat menggambar cartoon yang sering digambar adalah tikus. Belakangan saya juga baca bahwa Mickey Mouse diciptakan dalam perjalanan kereta Walt Disney dan istrinya, Lilian ke Hollywood. Awalnya mau dinamakan ‘Mortimer’ namun dirubah menjadi Mickey Mouse atas usulan sang istri tercinta.

Bagaimanapun caranya, yang ingin saya angkat dari secuil sejarah diatas, adalah creativity tidak mengenal modal. Kalau kita punya kebiasaan kreatif, sukses ada di depan mata. Walau miskin dan sempat jatuh lantaran kalah trademark dan beberapa tim animatornya dibajak, Walt Disney terus berusaha pantang menyerah. Kalau kebanyakan orang mungkin akan ribut soal Oswald, Tapi Walt Disney tidak… dia maju terus dengan segala keterbatasan dan halangan yang ada.

Mickey Mouse lahir dan hasilnya jauh lebih sukses dari Oswald the Lucky Rabbit 🙂 kalau rejeki mah nggak ketuker 🙂

Enak ya belajar sejarah… 😉