This blog is no longer updated pls post comment to http://yorissebastian.com

Thinking Out of the Box – Execute Inside the Box

Salah Sambung – Program radio paling kreatif di 2008? December 28, 2008

picture-26

Tahun ini Gen FM boleh dibilang sangat fenomenal.  Awalnya menyasar kelas B dan C namun bukan hanya juara di kelas B dan C, kelas A juga mereka kuasai.

Salah satu faktor yang mengangkat prestasi tersebut adalah program super kreatif mereka berjudul Salah Sambung.  “Awalnya iseng aja pas siaran Semangat Pagi” tutur Ade Herlina di suatu event dimana saya jadi pembicara dan Ade sebagai MC.

Mungkin program iseng seperti sudah sering dilakukan berbagai radio, namun mereka kebanyakan live.  Sementara Salah Sambung tidak.  Yup, reverse the assumption… kalau common practice program jail kebanyakan live kita coba kebalikannya… taping dengan sound effect yang lebih seru.  Dan tentunya kehandalan Kemal yang dengan kocaknya tampil dengan berbagai aksen.

kemal-gen-fm

Selain itu mereka berpikir out of the box, mengambil ide dari MTV yang sering re-run program dan live program mereka dalam bit by bit.  Salah Sambung diputar seharian penuh… sehingga kalaupun kita missed premier nya di Semangat Pagi, masih akan dengar di jam-jam berikutnya.

Kalau program pagi lainnya 4 jam, Gen FM dengan Semangat Pagi cukup 3 jam dari jam 6 sampai 9 pagi.  Kalau radio lain bikin chart lagu lokal 20, mereka mengusung 30 lagu di Ganas (Tigapuluh Lagu Terpanas).  Kenapa panas? karena chartnya berubah setiap hari berdasarkan request, bukan berdasarkan MD alias Music Director.  User Generated era ditangkap dengan baik oleh Gen FM.

Dan kekuatan utama mereka adalah penyiar yang handal (konon bayarannya tertinggi di industri) dan lagu-lagu yang diputar berdasarkan request SMS dan internet dari sobat Gen.  “Kita rajin melakukan FGD terhadap pendengar, jadi kita tau lagu apa saja dan penyanyi siapa saja yang mereka mau” tutur Ricky Satwika, Group Program Director Gen FM dan Jak FM, saat saya bertemu untuk interview lagu Lentera Jiwa nya Nugie.

Di Gen FM, lagu ditentukan oleh sobat Gen. Sementara common practice, play list ditentukan oleh MD.  “Misalnya lagu Sempurna dari Andra & The Backbone, selama masih di request akan ada terus di playlist… padahal umur lagu tersebut udah lama” tambah Ricky.

Grand concept tadi ditambah lagi dengan prinsip mereka untuk tidak terlalu banyak iklan di setiap jamnya.  Info ini saya baca di majalah SWA saat interview dengan boss Gen FM.

Sebenarnya masih banyak hal lainnya yang membuat Gen FM leading tahun ini, tapi saya simpan buat seminar aja deh 😉

Intinya harus kreatif dan terus ber-inovasi.  Jadi ingat, sobat deket saya Meuthia Kasim di awal-awal meluncurkan Hard Rock FM.  Prambors leading di 15-25 tahun sementara Trijaya leading di 25-40 tahun.  Hard Rock FM dengan berani bikin target market 20-30 😉 dan terbukti berhasil…

Dengan mahalnya harga investasi bikin radio… mudah-mudahan di 2009 perang kreativitas antar radio semakin seru tanpa perang harga 🙂

 

Differentiate or Die: FX August 15, 2008

Filed under: creative,my project — yoris72sebastian @ 11:33 pm
Tags: , , , , ,

Beberapa sms saya dapatkan saat (lagi-lagi) interview di Good Morning Hardrockers bersama Panji dan Steni. “Project apalagi nih Yoris…” serbu Panji saat bertemu di gedung Sarinah lantai 8 pagi itu. Dalam beberapa bulan terakhir ini memang lumayan sering interview disana, mulai dari Magenta Moviechestra, Lentera Jiwa dan International Young Creative Entrepreneur Award. Dan pagi itu saya harus menemani Bagus Prastowo, GM Marketing and Promotions FX (Lifestyle X’ntre) soal tempat baru yang saat ini sedang ramai-ramainya dan menjadi ‘talk of the town’

Memang setiap di-interview di Hard Rock FM, pasti ada saja sms yang saya terima… “Ris, bagi coupon untuk nyobain atmostfear dong…” demikian bunyi SMS yang masuk. Waduh padahal jelas-jelas di siaran sudah dijelaskan, saya hanya sebagai consultant dari FX, sementara Bagus yang menjabat sebagai GM. Harusnya kalau minta coupon ke mas Bagus dong, mungkin nggak kenal kali ya…

Yang pasti, selain atmostfear (the longest indoor dry slider in the world) yang menjadi daya tarik para pengunjung… FX juga hadir dengan f.POD (the edgy meeting hub) yang di-design oleh berbagai designer muda Indonesia, sehingga kalau meeting suasananya bisa beda-beda terus. (psst… my fave one is f.POD no 11)

photo by adhi ksp / flickr

photo by adhi ksp / flickr

Meeting secara mobile memang sudah menjadi gaya hidup para eksekutif di Jakarta, dari satu mall ke mall yang lain. Sayangnya fasiltas penunjang tidak disiapkan. Kadang kita mau fotocopy tidak bisa. Mau terima fax apalagi. Nah, f.POD memberikan jawaban dari itu semua. Terakhir saya meeting di f.POD untuk brief salah satu calon pemeran utama film layar lebar berjudul Queen Bee yang akan tayang tahun depan dimana saya menjadi sponsorship consultantnya.

Masih banyak tempat-tempat seru di FX yang lebih baik saya simpan dulu untuk posting saya lain kali. Yang pasti saya sangat senang, dari Sudirman Place yang sudah mati bisa bangkit dengan nama baru dan ‘personality’ baru… akhirnya menjadi ‘talk of the town’ tanpa banyak iklan yang berarti.

Word of mouth menjadi sangat penting bila suatu tempat atau product memiliki ‘killer differentiation’ Sayangnya banyak tempat atau product yang masih saja meluncurkan tempat atau product yang tidak memiliki differentiation sehingga akhirnya menjadi komoditi dan ujung-ujungnya hanya perang harga 🙂