This blog is no longer updated pls post comment to http://yorissebastian.com

Thinking Out of the Box – Execute Inside the Box

Perayaan Tahun Baru January 4, 2009

Sebuah rutinitas baru sejak tahun lalu adalah menonton CNN di 1 Januari jam 11 siang untuk melihat liputan tahun baru seantero dunia dalam program Anderson Cooper 360 menuju New Year’s Eve Countdown dari Times Square, New York.

new-year-andersoncooper_nye_20071230_01

Tahun ini tampaknya perayaan tetap meriah dipenuhi ribuan orang dari berbagai penjuru dunia, termasuk Mantan Presiden Bill Clinton bersama istrinya Hillary Clinton. (Someday, saya akan berada disana juga tentunya).

Menurut pengamatan pribadi saya, tahun ini budget penyelenggaraan terlihat sedikit menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Maklum krisis global mungkin membuat sponsor sedikit menurun (atau banyak turun?)

Times Square New Year's Eve 2007

Times Square New Year's Eve 2007

Namun, yang penting sebenarnya IMHO adalah kreativitas seorang event conceptor.  Misalnya saja, kenapa The Balls is always drop? kenapa setiap tahun bolanya selalu turun saat countdown?  Selain beda, dengan bolanya naik keatas kan auranya lebih positive? arahnya keatas bukan ke bawah 😉

Bagaimanapun, itu hanya contoh bagaimana berpikit kreatif di setiap moment yang ada di hadapan kita.  Saya sendiri tentunya sangat ingin ke Times Square untuk belajar dari salah satu event tahun baru termegah di dunia.

Saya sendiri masih dalam taraf ‘modal kreatif’ secara budget belum dapat kesempatan membuat sesuatu yang bisa diliput CNN di tahun baru.  Sebel juga sih, kita selalu masuk CNN kalau ada yang ‘negative’

Belasan tahun menghabiskan tahun baru di Hard Rock Cafe yang tercinta… berbagai program kreatif di tahun baru sudah saya gelar.  Berbagai kesalahan sudah saya rasakan.  Tahun baru pertama ramainya minta ampun.  Tahun baru kedua harga dibuat double dengan minuman double juga, ternyata sepinya minta ampun.  Tahun-tahun ke depannya sudah makin berpengalaman, sehingga bisa bikin berbagai inovasi.  Salah satu yang paling berkesan buat saya adalah membuat “Black Out Party” bersama Djarum Black, dimana Hard Rock Cafe pertama kali dalam sejarah – buka tanpa satu memorabilia pun.

Yup, banyak yang tidak percaya… namun benar-benar terjadi pada malam pergantian tahun baru Hard Rock Cafe Jakarta tampil hitam total tanpa memorabilia.  Selain itu kami menampilkan dancer dengan pakaian seperti mirror ball… jadi pantulannya sungguh mempesona.  (kalau tidak salah di tahun 2000 saat itu belum ada yang kepikiran seperti ini… saat itu bajunya juga masih sangat berat).

Selain itu kami juga menampilkan untuk pertama kali di Indonesia, 3D countdown dimana para Hardrockers harus menggunakan kacamata 3D untuk melihat special animation untuk countdown menuju tahun millenia tahun 2000.

yoris-new-years-eve-hongkong-lowres

Tahun lalu, tahun pertama saya bisa tahun baruan sendiri… saya dan Debbie pergi ke Hongkong untuk melihat acara spektakuler pergantian tahun.  Tahun ini terpaksa di Jakarta saja, karena sedang banyak kerjaan yang harus ditangani (Thanks God)

Yang pasti selain New York, saya juga ingin melihat Sydney dan London dalam acara pergantian tahun.. so far lihat di CNN bagus sekali…

new-year-2009-sydney-gokil

Boleh minta pengalamanan pergantian tahun kalian? please post your moment…

 

Creativity comes when you have lots of fun December 28, 2008

Filed under: creative,inspiration — yoris72sebastian @ 11:09 am
Tags: , , , ,

dylan-laugh

Foto diatas saya ambil saat saya merayakan Natal di rumah orang tua saya.  Yup, ritual tahunan “I’ll be home for Christmas” yang sebenarnya mirip dengan mudik ke tempat orang tua saat Lebaran namun bedanya rumah saya sangat dekat dengan rumah orang tua saya 🙂

Foto Dylan, keponakan saya dari Pinky Mirror (kakak saya yang fotografer itu) sedang tertawa karena dapat kado natal yang dia suka.  Banyak keponakan saya yang lain dan rata-rata semuanya have lots of fun.

Hal ini mengingatkan saya bahwa dunia anak kecil tidak jauh dari bermain, menggambar, mewarnai dan lain sebagainya.  Sehingga tentunya kreativitas sangat mungkin terpacu.

Kesibukan dan rutinitas di kantor terkadang membuat kita lupa untuk having fun.  Weekend di rumah sudah sibuk ngurusin anak.  Akhirnya saat Senin masuk kantor lagi badan tidak fresh dan susah untuk menjadi kreatif.

Saya jadi ingat dulu di Hard Rock Cafe banyak ide fresh dan liar hadir karena kita memang senang meeting di tempat-tempat yang beda… malah pernah kita meeting di Dunia Fantasi (Dufan) jadi pas mulai stagnan ide, kita pergi main Boom Boom Car… setelah itu langsung meeting lagi.

Staff outing juga perlu dilakukan secara rutin.  Baru-baru ini kantor saya menggelar Passion Trip 2008 ke Tanjung Lesung.  Selama 3 hari, kita bersantai, bermain, berkenalan (sama yang belum kenal… maklum saking sibuknya suka belum kenalan dengan anak baru di unit lain) dan berpesta.

passion-trip-08

passion-trip-banana-boat

So, kapan terakhir anda having fun? Creativity comes when you have lots of fun 😉

 

Belajar Sejarah – Tan Joe Hok December 7, 2008

Filed under: inspiration,sport — yoris72sebastian @ 10:50 am
Tags: , , ,

Saya terpukau dengan Rudy Hartono, pemenang All England 8 kali.  Saya terpukau dengan Liem Swie King yang terkenal dengan ‘King Smash’ nya. Namun saya hanya tau nama Tan Joe Hok sebagai pemain bulu tangkis legendaris Indonesia.

Sampai hari ini, harian Kompas menurunkan tulisan mengenai TJH yang notabene orang Indonesia pertama yang memenangkan All England.  Baru saya sadar betapa kurangnya pendidikan sejarah ‘inspirational’ yang dulu saya dapatkan di sekolah.  Bagaimana TJH menjadi juara nasional di usia 17 tahun denga penuh perjuangan.  Cerita-cerita seperti ini yang perlu diajarkan di sekolah-sekolah sehingga murid-murid terinspirasi untuk bekerja keras mengejar cita-cita seperti Tan Joe Hok dan banyak tokoh sukses lainnya.

Saya menjadi General Manager Hard Rock Cafe termuda di Asia dan kedua di dunia di usia 26 tahun, namun itu terjadi secara accident bukan merupakan target.  Mungkin kalau dulu saya tau kisah sejarah TJH, bukan tidak mungkin menjadi pendorong saya untuk menjadi sukses di usia yang lebih muda lagi.

KOMPAS/YUNIADHI AGUNG

FOTO: KOMPAS/YUNIADHI AGUNG

Atau… jangan-jangan sekarang metode pengajaran sejarah sudah berubah? tidak seperti dulu jaman saya sekolah lagi? Dulu sih pelajaran sejarah kurang inspiring ya…

Blogged with the Flock Browser

Tags: , , , , ,

 

The Power of Positive Thinking December 5, 2008

Filed under: inspiration — yoris72sebastian @ 9:30 am
Tags: , , , ,

Saya pernah hadir sebagai narasumber di acara Mario Teguh di O Channel, dalam program tersebut diputar sebuah VT interview tim O Channel dengan Vera, sekertaris saya dulu di HRC… “Yoris tuh orangnya posititive thinking banget…hampir semua hal dilakukannya tanpa pikiran negative” begitulah kira-kira statement Vera yang kini bekerja di San Miguel.

Sadar tidak sadar, saya memang lebih senang positivie thinking dalam menjalani hidup.  Lantas pernah ada yang bertanya, bagaimana kalau kita positive tapi orang lain negative ke kita? Kalau saya, simple saja… tidak usah kerjasama lagi dengan orang tersebut.

Saya juga banyak pikiran-pikiran positive yang saya tanam dalam otak saya, misalnya saja waktu kakak saya Pinky Mirror berhasil memotret Pangeran Charles dan Lady Diana saat datang ke Taman Mini… kalau nggak salah tahun 1989 dulu… saat melihat foto… saya sempat berguman pada diri saya… “Kalau saya sih maunya akan ketemu dengan Pangeran Charles dan salaman bukan hanya memotret dari jarak jauh”

Kalau saat itu saya ceritakan pada kakak saya atau pada teman-teman saya, pasti mereka akan tertawa dan mengatakan bahwa saya cukup bermimpi.  Tapi belum lama ini, saya benar benar bertemu dan salaman dengan Pangeran Charles lantaran prestasi saya sebagai pemenang International Young Creative Entrpreneur Award dari British Council dan sekarang aktif mengangkat  industri kreatif Indonesia.

yoris-meet-prince-charles

Jadi memiliki positive thinking ternyata bisa berbuah positive, baik jangka pendek maupun jangka panjang.  Saya setuju kalau ada yang bilang orang tidak akan sukses kalau mereka selalu bilang sama diri mereka sendiri bahwa diri mereka tidak akan sukses.

Saya sangat suka dengan terbitnya buku ‘The Secret’ karangan Rhonda Byrne (walau belum sempat baca) namun reviewnya jelas memberikan penjelasan bagaimana powerful nya positive thinking itu.

Walau tentunya, positive thinking harus yang make sense… 😉 So start making those positive thinking habits… setuju?

 

Kreatif Memanfaatkan yang Apkiran November 30, 2008

Filed under: creative,inspiration — yoris72sebastian @ 10:29 am
Tags: , , , ,

Saya cukup beruntung, sering memberikan seminar atau workshop di seantero Indonesia. Sambil melihat keindahan alam kota-kota di Indonesia, tentunya juga selalu menyempatkan untuk ber-wisata kuliner.

Nah pas di Yogyakarta awal bulan November lalu, saya beruntung kebagian makan Bebek Goreng Haji Slamet asal Solo yang terkenal itu. Saya makan jam 6, itupun sempat antri meja ala Bakmi Gajah Mada (Siapa cepat dia dapat) dan tak lama setelah Bebek saya datang, tampaknya Bebek Gorengnya sudah habis karena signage ‘habis’ sudah dipasang di depan padahal waktu belum sampai jam 7 malam. Rasanya memang enak sekali dan sangat garing. Dan…… sambel korek nya itu lho…. parah…!!!

bebek-goreng-haji-slamet

Namun kenapa saya posting berita ini bukan karena enaknya namun karena sang pemilik dengan kreatif memanfaatkan Bebek yang di kalangan peternak termasuk jenis yang sudah Apkiran. Pak Slamet hanya menggunakan bebek jenis super yang sudah 4 kali bertelur dalam rentang selama 2 tahun.  Lagipula kalau masih muda, dagingnya mudah hancur saat direbus.

Ini yang saya sebut kreatif memanfaatkan win-win situation. Peternak bisa memanfaatkan dulu untuk mendapatkan telur dan mengembang biak, Pak Slamet memasaknya disaat sudah masuk masa apkiran.

Saya jadi ingat saat menjalankan C21 Boutique Cafe di Plaza Senayan. Sewanya terbilang rendah dibanding outlet-outlet sekitarnya di lantai dasar yang biasanya sangat premium harga sewanya, kenapa? lantaran posisinya di depan eskalator sehingga tidak bagus untuk butik yang sangat mengutamakan window glass mereka.

Sementara sebagai cafe, di depan eskalator cukup baik karena bisa melihat para pengunjung ‘fashion show’ naik eskalator dan tentunya bertemu dengan teman-teman secara tidak sengaja, karena lokasinya menjadi strategis.

Well, bad location with lower rental tidak selalu jelek lho…. kreatif memilih dan kreatif dalam melihat peluang 😉

 

Kerja dulu atau gelar dulu? November 15, 2008

Filed under: inspiration — yoris72sebastian @ 1:53 am
Tags: , , , ,

Dari sebuah interview di tabloid Nova yang terbit minggu ini, banyak juga pesan yang masuk menanyakan apakah saya menganjurkan drop out? menurut saya kerja dulu atau gelar dulu?

graduation

Kalau saya sih maunya dua-duanya.

Namun dalam kenyataannya saya harus memilih dan akhirnya saya memilih kerja dulu. Hidup adalah pilihan. Semuanya tergantung situasi dan kondisi. Kalau waktu itu karir saya di Hard Rock Cafe tidak sedang melesat pesat, mungkin saya masih akan berjuang untuk meraih gelar di Universitas Atmajaya jurusan Ekonomi Akuntansi.

Daripada dua-duanya setengah-setengah, lebih saya coba fokus di kerjaan saya. Keputusan saya ternyata benar, di usia ke 26 saya sudah menjabat sebagai General Manager Hard Rock Cafe Jakarta. Toh, kalau ditanya kita kuliah tujuannya apa? ya buat cari kerja (jaman dulu belum nge-trend entrepreneurship) Nah kalau kita sudah bisa dapat kerjaan yang baik dan bisa banyak belajar, tidak salah kalau kita meninggalkan kuliah. Waktu itu juga saya beruntung banyak baca kisah sukses orang-orang yang tidak lulus kuliah namun sukses dengan mempekerjakan para S2 graduated.

Saya sendiri sangat senang dengan yang namanya knowledge. Hobby belajar dan mengajar. Jadi kalau waktu itu ada kesempatan saya pasti akan meraih gelar S1. Sama seperti sekarang tetap ada keinginan untuk sekolah S2, namun belum ada cukup waktu…

Jadi saya termasuk yang percaya dengan yang namanya universitas. Apalagi saya suka banget sama yang namanya Knowledge.

Nah, bagaimana dengan orang tua? “Awalnya saya sempat ‘nego’ dan menjanjikan saya akan universitas terbuka. Bagaimanapun tujuan orang tua baik dan ingat kita masih tinggal di rumah orang tua 😉

 

Barack Obama – The ‘global’ President of America November 8, 2008

Filed under: inspiration — yoris72sebastian @ 12:43 pm
Tags: , , , , ,

obama_hope

Walau Obama cukup diunggulkan, namun masih sempat ada keraguan apakah Amerika sudah ‘siap’ memiliki Presiden berkulit hitam. Kalau selama ini hanya di film-film Hollywood kita bisa melihat Presiden Amerika berkulit hitam, pada akhirnya Barack Husein Obama mematahkan tradisi Presiden berkulit putih.

Semakin hari, latar belakang seseorang memang tidak lagi menjadi issue. Kemenangan Obama sebagai Presiden terpilih United States of America tentunya makin memberi inspirasi untuk kita seluruh penjuru dunia. Saat ini yang diperlukan adalah seorang pemimpin yang mampu memberikan ‘inspirasi’ dan benar-benar melakukan sesuatu yang nyata untuk kebaikan orang banyak.

Dunia mungkin berharap, Obama yang melewatkan masa kecilnya di Indonesia (Asia), berayah orang Kenya , punya adik tiri orang Indonesia dan bernama tengah Timur Tengah, benar-benar akan menjadi seorang Presiden bernuansa global. Dunia berharap, kepemimpinan Obama bukan saja baik untuk penduduk Amerika tapi juga berimbas ke penduduk lainnya di dunia. Saya cukup yakin keputusan-keputusan seseorang kalau didasari niat baik dan memikirkan orang banyak, hasilnya akan berlipat.

Selain memiliki karisma, Obama diharapkan akan banyak melakukan approach bottom up, apalagi dalam victory speech-nya sudah ditegaskan, “I will listen to you. Especially when we disagree” Seringkali kita tidak mau mendengar masukan atau pandangan orang lain. Sadar tidak sadar, pada saat orang sedang bicara atau mengutarakan pendapat mereka, kita sudah memikirkan pandangan kita sendiri.

Pidato Obama tadi, mengingatkan kita untuk selalu mencoba untuk ‘mendengar’ sebuah skill yang jarang kita pakai. Padahal bila kita pakai, kemungkinan besar decision akhir akan lebih win-win. Malah kalau bisa kita start dari lingkungan terkecil, di keluarga kita sendiri. Kalau dulu kita (mungkin) suka mengeluh orang tua tidak mau mendengar kita. Hey, sekarang saat kita sudah punya keluarga sendiri, apakah kita sudah mencoba untuk mendengar pasangan kita? mendengar anak kita? sebelum kita memaksa keinginan kita?

Dalam pidato kemenangan tersebut Obama juga tak lupa memuji dan mengajak lawannya John McCain untuk ikut membangun Amerika menjadi lebih baik. Malah disaat yang hampir bersamaan John McCain juga melakukan hal yang sama. Dengan jiwa besar, McCain mengakui kekalahannya. ”Rakyat Amerika dengan sangat jelas telah berbicara (memilih)” Di depan pendukungnya, ia mengatakan bahwa ini bukan kekalahan pendukungnya tapi kekalahan dirinya.

Yang saya paling suka adalah saat McCain mengakhiri pidatonya dengan statement, ”Malam ini sangat lain dengan malam-malam sebelumnya, tidak ada dalam hati saya kecuali kecintaan saya kepada negeri ini dan kepada seluruh warga negaranya, apakah mereka mendukung saya atau Senator Obama. Saya mendoakan orang yang sebelumnya adalah lawan saya semoga berhasil dan menjadi presiden saya.”

Wow, statement seperti ini yang perlu diulang-ulang di berbagai tv dan sekolah-sekolah untuk mengajarkan kita semua untuk berjiwa besar menerima kekalahan.

Saya jadi ingat Lomba debat di SMA Pangudi Luhur dulu, dimana saya jadi kenal dengan Imel, siswi Santa Ursula yang kelak menjadi rekan freelancer di majalah HAI. Lomba Debat boleh berlangsung panas, namun kita tetap bersahabat setelah itu.

Lagi-lagi bisa kita lakukan dari lingkungan sekitar kita dulu… mulai dari kita sendiri, belajar menerima kekalahan dengan jiwa besar.

Susah nggak ya?

 

Lewis Hamilton – Akhirnya Menang Juga November 6, 2008

lewis-hamilton

Yup, Lewis Hamilton akhirnya tahun ini menjadi juara dunia balap Formula 1 dan sekaligus memecahkan rekor sebagai pembalap termuda di usia 23 tahun, 9 bulan, dan 26 hari. Sebelumnya, rekor juara dunia termuda dipegang Fernando Alonso dengan 24 tahun 1 bulan 7 hari.

Sebenarnya tahun lalu saat memulai GP terakhir di Brasil, Hamilton unggul empat poin dari Fernando Alonso dan tujuh poin di depan Kimi Raikkonen. Tahun ini, sebagai pemimpin klasemen dan juga unggul 7 poin dari Felipe Massa.

Sebenarnya Hamilton yang satu tim dengan Fernando Alonso bisa meraih gelar juara dunia, bila saja mereka bekerja-sama atau at least bersaing secara sehat namun tetap mengutamakan kepentingan tim. Seperti kita ketahui akhirnya malah Kimi yang menjadi Juara Dunia.

Sama seperti di kehidupan kita sehari-hari, tak jarang kita juga melupakan yang namanya team work. Padahal untuk menang diperlukan team work yang kuat. Team work harus didasari pemikiran win-win. Sementara kebanyakan orang dari kecil sudah dibiasakan oleh orang tua mereka untuk ‘win’ no matter how you do it.

Contoh simple, saat ada pertanyaan berhadiah di dalam sebuah acara untuk anak-anak kecil, apa yang dilakukan orang tua? membisiki jawaban ke anaknya supaya mereka mendapatkan hadiah. Artinya secara tidak sengaja sang orang tua mengajarkan anaknya untuk menang tanpa peduli bagaimana caranya.

Akhirnya pada saat anak-anak itu besar, mereka diharapkan berpikir dan beritndak win-win. Tentunya akan sangat sulit merubah kebiasaan dari kecil. But hey, better late than never 😉 So I suggest to start your ‘win-win’ thinking habit from now on.

Kemenangan Hamilton di usia sangat muda, memang saat ini semakin mewabah. Saat tulisan ini saya ketik Barack Obama yang baru berusia 47 tahun berhasil menjadi Presiden America, mengalahkan John McCain yang berusia 72 tahun.

Barack Obama menggandeng Joe Biden berusia 68 tahun sebagai Wakil Presiden. Sebuah kombinasi muda dan tua menjadi kekuatan yang luar biasa. Bahkan duo David dibalik sukses Obama-Biden juga berasal dari dua generasi berbeda, David Plouffe, sang manajer kampanye berusia 41 tahun, sementara David Axelrod sang ahli strategi berusia 12 tahun lebih tua (53).

obama-biden08small

Mungkin sama dengan Lewis Hamilton yang didukung oleh para senior di team McLaren. Jadi orang muda memang sedang berada di di era yang memungkinkan untuk mereka ‘menang’ dan ‘sukses’ di berbagai bidang, namun pengalaman dari para senior tetap diperlukan. Saya sendiri sampai sekarang tidak bosan-bosan ‘berguru’ dengan para senior, walau tak jarang decision making saya memang penuh resiko. Namun selama resiko tersebut terukur… saya tancap terus 😉

 

Meet Johnny Bunko – The last career guide you’ll ever need September 30, 2008

Inovasi memang tidak pernah berhenti. Please welcome…. Johnny Bunko…. When Business Book collide with Comic. Sebenarnya buku sudah cukup lama… saya sempat lupa lantaran nggak masuk-masuk ke Indonesia.

Beruntung, saat Lentera Jiwa masuk Kick Andy dan ramai dibicarakan di milis-milis, blogs dan facebook tentunya… tiba-tiba saya ingat lagi dengan buku ini.

Langsung, saya buka my lovely white Macbook putih  dan pesan buku ini di amazon.com berhubung dimana-mana tidak ada yang jual.  Mungkin someday saya harus jadi Associate Buyer di sebuah toko buku di Jakarta biar pilihan bukunya seru-seru 😉 Johnny Bunko ini aja banyak banget yang nanya… sayang harus pesen ke amazon.

(Post ini baru saya lanjutkan setelah buku saya terima dan selesai baca)

Wah ternyata enak banget baca buku bisnis versi komik… selesainya cepat (1 malam langsung selesai) dan pesan intinya masuk dengan jelas.

Kebetulan buku ini cukup mirip dengan apa yang saya kerjakan selama ini:

Lesson no. 1. There is no plan

Yup, saya awalnya mengalir saja… I have no plan for my career… but I take a job yang saya suka… I join company who let me do interesting work in a cool place.  Sebut saja mulai dari Majalah Hai sampai akhirnya Hard Rock Cafe Jakarta.

Saya sempet bingung waktu ditanya apakah saya mau jadi fotografer? wartawan? atau restaurateur? Dalam kebingungan itu saya jalankan saja semua pekerjaan saya dengan sebaik mungkin… as long as i relly like the job… waktu tidak terasa… padahal awalnya gajinya sedikit lho…

We need to make a smart choice, bukan hanya dari besaran gaji semata.

Lesson no. 2. Think Strengths, Not Weaknesses

Ini yang mungkin sering dibilang orang, saya terbilang positive thinking… bahkan dalam sebuah program di O Channel, Vera mantan sekretaris saya di HRC dulu juga ingatnya begitu 🙂

“Successful  people don’t try too hard to improve what they’re BAD at.  They capitalize on what they are GOOD at”

Sebenarnya hanya based on reality bahwa setiap manusia itu punya strengths dan weaknesses, nah buat apa kita fokus ke kekurangan kita?

Memang agak susah ya, dulu waktu kecil para guru selalu fokus ke anak-anak yang kurang bagus nilainya.  Kalau matematikanya jelek, kita disuruh les.

Pas kerja, saya coba cara berpikirnya dengan menggunakan teori pelatih sepak bola (Untung juga seneng main Winning Eleven ;)) Setiap pemain punya kekuatan masing-masing… sama seperti karyawan, kita harus fokus ke strengths mereka.

Lesson no. 3. It’s not about You.

Kalau yang ini, sebenarnya saya belajar dari sebuah quotes film Star Wars “He Gives Without the Thought of Rewards”

Jadi saya enjoy pekerjaan saya… tidak berpikir untuk imbalan atau promosi… eh malah saya terus yang di promote 🙂

Malah saya dulu terbilang bandel di HRC… waktu sedang cross training di Bar, saya malah bolos pergi party ke Prambors Cafe bersama pacar saya… eh disana malah ketemu Mas Iwan, Training Manager HRC… Ooppps, gottcha… Untungnya walau saya tidak minta… Mas Iwan tidak aduin ke top level…

Jadi walau saya jadi GM lokal pertama di Hard Rock Cafe se-Asia, saya juga bandel kok 🙂 Yang penting saya selalu berpikir whats best for the company… not for me.  Jadi kalau saya sukses dengan program I Like Monday, saya enjoy sebagai karya saya.  Bukan langsung datang ke boss dan bertanya “Buat saya apa nih boss? Kan I Like Monday udah sukses dan bikin profit gila-gilaan”

Lesson no. 4. Persistence Trumps Talent

Walau saya selalu ‘mengalah’ dan menjalankan sebaik mungkin perintah atasan, namun untuk beberapa ide yang saya sangat ‘percaya’ saya akan terus propose dengan berbagai alasan.

I Like Monday juga cukup lama persiapannya.  Malah sempet serem karena eventnya setiap minggu, sementara waktu itu persiapan mau bikin event Valentine aja perlu beberapa bulan.

So if you want it… you got to BELIEVE… you got to persistence… give more reasons to your bosses to approve you ideas.

Lesson no. 5. Make Excellent Mistakes

Yup, kalau dipikir-pikir sebelum menggelar I Like Monday… tetap ada 50% chance program tersebut gagal lantaran hari Senin memang hari yang sepi dan orang-orang males keluar.

Atau kira-kira mau nggak ya, orang-orang pergi liburan ke tempat yang  masih rahasia.  50% chance program MTV Trax Destination Nowhere akan gagal karena orang-orang gak ada yang mau ikutan.

Tapi saya terus melaju, dengan penuh perhitungan dan kalau masih gagal juga… at least I’ve tried my best to make excellent mistakes 😉 Karena kalau tidak mau punya resiko gagal akhirnya kita akan bikin hal yang sama-sama terus alias mediocre.  Wajar dong kalau gagal, we are trying to do something nobody else has done.

Lesson no. 6. Leave an Imprint

“Sekali ku hidup, sekali ku mati. Aku dibesarkan di Bumi Pertiwi. Akan kutinggalkan warisan abadi. Semasa hidupku sebelum aku mati”

Demikian sepenggal quotes dari sang Maestro, Gesang yang mengajarkan saya Eternal Heritage alias Warisan Abadi. Lewat lagu Bengawan Solo, ia meninggalkan warisan abadi buat negri tercinta ini.

Walau berharap hidup panjang, kita tidak pernah tau kapan kita dipanggil sama Tuhan.  Makanya semasa hidup, saya ingin bikin hal-hal yang nantinya bisa dikenang sepanjang masa.

“Bagi Yoris, karya monumental adalah cermin dari eksistensinya. Ia merasa ada dan diakui lingkungannya hanya jika mampu menciptakan sebuah karya besar yang pantas dikenang, Maka perjalanan karir diisinya dengan kreativitas, inovasi dan terobosan” demikian ungkapan Yuswohady, salah satu juri Young Marketers Award di majalah SWA edisi YMA.

Sejak di SMA PL, saya tidak mau coret-coret tembok bilang PL Bagus… saya suka orang lain yang bilang bahwa PL bagus…

 

Lentera Jiwa di Kick Andy September 3, 2008

Filed under: creative,inspiration,my project — yoris72sebastian @ 1:31 am
Tags: , , , ,

Rasanya senang sekali mendapatkan respon yang luar biasa dari episode Lentera Jiwa di Kick Andy. Malah banyak sekali yang minta sama Bung andy untuk memutar lagi Lentera Jiwa karena kemarin tidak sempat menonton, walau sebenarnya sudah di re-run di Metro TV hari Minggu pukul 14.30. Malah ada yang usul bikin episode Lentera Jiwa setiap bulan dengan bintang tamu berbeda… toh masih banyak ikon-ikon Lentera Jiwa di luar sana.

Saat ini di LenteraJiwa.com juga sudah banyak yang posting cerita mereka masing-masing. Sayang sekali ya, masih banyak yang belum bisa mengikuti Lentera Jiwa mereka.

Kalau disimak episode Lentera Jiwa, sungguh inspiring bagaimana Wahyu Aditya yang anak Guru Besar sebuah Kampus terkenal di Jawa, minta untuk sekolah animasi yang sebenarnya dianggap cukup kursus saja. Waditya berkeras dengan menunjukkan berbagai prestasi sehingga akhirnya diperbolehkan kuliah animasi. Dan saat ini orang tuanya sudah bangga (apalagi setelah sang anak menang di Inggris dan sekarang masuk Kick Andy 😉

Belum lagi cerita Ibu Eileen Rachman, bunda dari DJ Riri yang sempat cemas dengan anaknya yang selalu pulang pagi karena kerja sebagai DJ. Namun sekarang sudah bangga dengan berbagai prestasi DJ Riri termasuk keputusannya membuka sekolah DJ yang sudah menelurkan banyak DJ-DJ baru yang handal.

Begitu pula dengan Damien, yang walau menyelesaikan kuliahnya sebagai bakti terhadap orang tua, ia yakin dengan pilihan hidupnya sebagai seorang entertainer alias illusionis.

Chef Bara yang anak seorang diplomat, lulusan Hubungan International, namun bahagia 150% dengan pilihannya sebagai chef yang creative saat ini.

Ada yang punya contoh sukses dari orang yang bekerja atau sekolah sesuai dengan Passion mereka?