This blog is no longer updated pls post comment to http://yorissebastian.com

Thinking Out of the Box – Execute Inside the Box

Lentera Jiwa goes to Kick Andy (29/8 Metro TV 21.30) August 22, 2008

Begitu video clip Lentera Jiwa jadi dan mulai diputar di banyak tv nasional, responnya cukup bagus dan ternyata sangat banyak yang merasa bekerja atau sekolah tidak sesuai dengan Lentera Jiwa mereka (Gila ya… padahal sudah era millennium nih).

Namun banyak juga yang walau sempat sekolah tidak sesuai dengan passion mereka, namun akhirnya menemukan Lentera Jiwa mereka. Salah satunya adalah Andy F. Noya yang banyak dikenal dengan program talkshow “Kick Andy” di Metro TV. Mas Andy sekolah STM namun akhirnya mantap dengan pilihannya sebagai wartawan sesuai dengan lentera jiwanya.

“Untung yah kita hari ini…. temanya inspiring dan bintang tamunya bagus-bagus…” demikian ucap ibu-ibu di belakang saya saat shooting yang di studio Metro TV tanggal 13 Agustus lalu.

Memang hari itu bintang tamu yang tampil dan bercerita soal Lentera Jiwa cukup banyak… mulai dari Animator Wahyu Aditya, Chef Bara Pattiradjawane, Psikolog Ibu Eileen Rachman, Illusionist Damien, Kuis Maker Helmi Yahya sampai Gede Prama yang meninggalkan karir yang sedang sukses waktu itu.

Better watch it yourself… saya akan posting lagi setelah acaranya tayang di Metro TV…. biar lebih seru 😉

Advertisements
 

It’s All Started from a Mouse August 18, 2008

Filed under: creative,inspiration — yoris72sebastian @ 1:11 am
Tags: , , , ,

Kerajaan bisnis “The Walt Disney Company” mungkin saat ini menjadi salah satu perusahaan media dan entertainment terbesar di dunia (Makin tahun makin besar, malah terakhir membeli Pixar sebesar US$ 7.4 Billion). Semua orang pasti ingat bahwa semua ini berawal dari seekor tikus bernama Mickey Mouse.

Mickey Mouse adalah cartoon pertama yang dibuat Walt Elias Disney dibawah bendera Disney sendiri. Sebelumnya Walt Disney sempat membuat Oswald the Lucky Rabbit tapi karena kalah trademark dengan Universal (maklum mungkin belum ngerti waktu itu) akhirnya Walt Disney harus membuat cartoon baru. Belum lagi hampir semua tim animatornya yang ikutan membuat Oswald di-hire langsung oleh Universal. Untung ada Iwerks dan Les Clark yang tetap loyal dengan Walt Disney dan ikut ‘melahirkan’ si Tikus, Mickey Mouse.

Banyak versi bagaimana sang tikus ini diciptakan oleh Walter Disney. Saya sempet baca bahwa karena Walt Disney dulu sangat miskin, maka di kamarnya banyak tikus sehingga saat menggambar cartoon yang sering digambar adalah tikus. Belakangan saya juga baca bahwa Mickey Mouse diciptakan dalam perjalanan kereta Walt Disney dan istrinya, Lilian ke Hollywood. Awalnya mau dinamakan ‘Mortimer’ namun dirubah menjadi Mickey Mouse atas usulan sang istri tercinta.

Bagaimanapun caranya, yang ingin saya angkat dari secuil sejarah diatas, adalah creativity tidak mengenal modal. Kalau kita punya kebiasaan kreatif, sukses ada di depan mata. Walau miskin dan sempat jatuh lantaran kalah trademark dan beberapa tim animatornya dibajak, Walt Disney terus berusaha pantang menyerah. Kalau kebanyakan orang mungkin akan ribut soal Oswald, Tapi Walt Disney tidak… dia maju terus dengan segala keterbatasan dan halangan yang ada.

Mickey Mouse lahir dan hasilnya jauh lebih sukses dari Oswald the Lucky Rabbit 🙂 kalau rejeki mah nggak ketuker 🙂

Enak ya belajar sejarah… 😉

 

Perlu dukungan serius August 16, 2008

Yup, begitulah artikel kompas hari ini soal olahraga Angkat Besi yang sudah tiga olimpiade berturut-turut meraih medali untuk Indonesia. Tahun ini Angkat Besi kembali membuat bendera Merah Putih berkibar di pentas olahraga tingkat dunia, lewat 2 lifter nasional Triyatno dan Eko Yuli Irawan.

Lagi-lagi, sebuah hasil maksimal dari sebuah persiapan yang tidak maksimal. Mengutip artikel di kompas, disebutkan persiapan tim Angkat Besi baru 1-2 tahun menjelang olimpiade digelar. Wah bagaimana ya kalau persiapannya lebih serius dan lebih panjang lagi.

Belum lagi di salah satu tv nasional, dipertontonkan bahwa Triyatno dulu awalnya latihan angkat besi lantaran diberi uang, bukan karena dia suka dan merasa punya ‘passion’ di olahraga ini.

Memang agak sulit untuk membuat orang tertarik dengan olahraga yang kurang populer namun berprestasi international. Saya dan mungkin sebagian besar orang di indonesia malah tidak ingat dengan nama para pahlawan olahraga yang meraih medali dari angkat besi di olimpiade Sydney 2000 dan Athena 2004.

Yang saya ingat adalah peraih medali emas olimpiade dari cabang bulutangkis. Bulutangkis, seperti cabang Angkat Besi selalu menyumbang medali (tradisi emas, bahkan) untuk Indonesia sejak cabang ini dipertandingkan di olimpiade.

"Awas angin ac..."

Walau lebih populer dibanding angkat besi, Bulutangkis pun mulai merosot popularitas dan prestasinya. Masih beruntung kita ada Trans TV yang pada Piala Thomas-Uber lalu cukup ‘kencang’ mengangkat kebanggaan akan olahraga yang dulunya sempat sangat kuat popularitas dan prestasinya ini. (Saya malah waktu kecil ikut antri untuk foto bareng dengan Piala Thomas)

Namun popularitas olahraga kebanggaan kita ini pun mulai surut seiring dengan merosotnya prestasi para atlit bulutangkis. Yang saya takutkan dengan makin banyaknya pemain Indonesia ‘dibajak’ ke luar negri sebagai pemain import disana dengan segala fasilitas yang memadai, maka prestasi bulutangkis kita pun makin menurun. Bahkan ada yang sampai pindah warga negara… wah wah wah… sayang sekali ya… sementara negara lain makin maju prestasinya, kita kok malah merosot.

Sadarkah kita bahwa Jakarta tidak memiliki stadium yang standar international untuk menggelar pertandingan bulutangkis? Istora tidak dirancang untuk memiliki AC sehingga pada saat pertandingan, semburan AC mengganggu arah dan laju shuttle cock.

Padahal animo masyarakat masih cukup kuat, saya saja tidak kebagian tiket semifinal Thomas dan Final Uber Cup lalu. Antrian panjang penonton bulutangkis juga terlihat di depan Istora. Kalau mau beneran belajar dari beberapa negara luar (studi banding beneran), indoor stadium bisa dirancang untuk beberapa fungsi, seperti olahraga, musik, exhibition dan banyak hal lain yang profitable.

Bayangkan bila gedung tersebut juga memampang semua prestasi olahraga bulutangkis kita layaknya sebuah musium modern yang nyaman didatangi… Cross our finger… we will have it in the future.

Every business is a creative business… including sport business 😉

 

Differentiate or Die: FX August 15, 2008

Filed under: creative,my project — yoris72sebastian @ 11:33 pm
Tags: , , , , ,

Beberapa sms saya dapatkan saat (lagi-lagi) interview di Good Morning Hardrockers bersama Panji dan Steni. “Project apalagi nih Yoris…” serbu Panji saat bertemu di gedung Sarinah lantai 8 pagi itu. Dalam beberapa bulan terakhir ini memang lumayan sering interview disana, mulai dari Magenta Moviechestra, Lentera Jiwa dan International Young Creative Entrepreneur Award. Dan pagi itu saya harus menemani Bagus Prastowo, GM Marketing and Promotions FX (Lifestyle X’ntre) soal tempat baru yang saat ini sedang ramai-ramainya dan menjadi ‘talk of the town’

Memang setiap di-interview di Hard Rock FM, pasti ada saja sms yang saya terima… “Ris, bagi coupon untuk nyobain atmostfear dong…” demikian bunyi SMS yang masuk. Waduh padahal jelas-jelas di siaran sudah dijelaskan, saya hanya sebagai consultant dari FX, sementara Bagus yang menjabat sebagai GM. Harusnya kalau minta coupon ke mas Bagus dong, mungkin nggak kenal kali ya…

Yang pasti, selain atmostfear (the longest indoor dry slider in the world) yang menjadi daya tarik para pengunjung… FX juga hadir dengan f.POD (the edgy meeting hub) yang di-design oleh berbagai designer muda Indonesia, sehingga kalau meeting suasananya bisa beda-beda terus. (psst… my fave one is f.POD no 11)

photo by adhi ksp / flickr

photo by adhi ksp / flickr

Meeting secara mobile memang sudah menjadi gaya hidup para eksekutif di Jakarta, dari satu mall ke mall yang lain. Sayangnya fasiltas penunjang tidak disiapkan. Kadang kita mau fotocopy tidak bisa. Mau terima fax apalagi. Nah, f.POD memberikan jawaban dari itu semua. Terakhir saya meeting di f.POD untuk brief salah satu calon pemeran utama film layar lebar berjudul Queen Bee yang akan tayang tahun depan dimana saya menjadi sponsorship consultantnya.

Masih banyak tempat-tempat seru di FX yang lebih baik saya simpan dulu untuk posting saya lain kali. Yang pasti saya sangat senang, dari Sudirman Place yang sudah mati bisa bangkit dengan nama baru dan ‘personality’ baru… akhirnya menjadi ‘talk of the town’ tanpa banyak iklan yang berarti.

Word of mouth menjadi sangat penting bila suatu tempat atau product memiliki ‘killer differentiation’ Sayangnya banyak tempat atau product yang masih saja meluncurkan tempat atau product yang tidak memiliki differentiation sehingga akhirnya menjadi komoditi dan ujung-ujungnya hanya perang harga 🙂

 

The Spectacular Opening of Olympic Beijing 8.8.8 August 10, 2008

Filed under: creative,inspiration — yoris72sebastian @ 12:10 pm
Tags: , , , , , , , , ,

Bukan saja tanggalnya yang cantik, pembukaan olimpiade beijing beberapa hari lalu juga sungguh cantik 🙂 Walau masih jauh untuk Indonesia, namun bangga juga bahwa negara Asia sudah bisa mempersembahkan pembukaan olimpiade yang mengundang decak kagum seluruh dunia.

Seorang anak kecil saja, yang biasanya sibuk main nintendo DS (lantaran hanya boleh main selama weekend) dan selalu cuek kalau ibu dan bapaknya mengajak bicara saat ia asik main… hari itu meninggalkan sebentar Mario Bros-nya, karena tertarik melihat kedahsyatan pembukaan yang konon menelan biaya sebesar 90 Juta US Dollar (Total 180 Juta US Dollar untuk opening dan closing ceremony)

Yup, pasti banyak yang bilang terang saja kalau biaya segitu saya juga bisa… namun menurut saya tidak segampang itu. Semuanya melalui proses, China terlebih dulu sukses menggelar Asian Games di tahun 1990 (Info saja, Indonesia terakhir menjadi host Asian Games di tahun 1962). Sementara untuk Asian Games terakhir tahun 2006 lalu di Doha (Qatar) konon biaya opening dan closing ceremony-nya serupa dengan biaya yang ditetapkan oleh Organizing Committee Olympic Beijing. Hasilnya? Semakin spektakuler. Jadi hasil spektakuler tidak melulu harus dengan biaya ‘double’ atau biaya lebih tinggi. Belajarlah dari opening ceremony Beijing 8.8.8

Persiapan yang panjang (tanpa mental ‘nanti-nanti aja toh masih lama’) membuat panitia Olimpiade 2012 London harus berpikir keras mempersiapkan opening ceremony yang tak kalah spektakulernya. Dari berbagai sumber yang saya baca, penggunaan multi media agak sulit untuk ditandingi karena waktu yang tersisa. Namun saya percaya, selama kita kreatif opening ceremony London 2012 tidak melulu harus prioritas ke multimedia.

Di luar kemegahan pesta olahraga yang menghabiskan dana yang besar, sebenarnya bila dikelola dengan benar. Pesta Olahraga adalah investasi sebuah negara. Semua biaya yang keluar dimuka adalah investasi yang akan menjadi keuntungan dengan suksesnya penyelenggaraan pesta olahraga tersebut. Selain langsung balik modal dari penerimaan pajak hotel, restaurant, souvenir, public transportation, tempat wisata, tiket masuk olimpiade, pendapatan para pekerja freelance dan lain sebagainya – di kemudian hari Beijing khususnya dan China secara umum akan semakin menarik orang dari seluruh penjuru dunia untuk dikunjungi.

Saya yang kebetulan ke Beijing dan Shanghai 3 tahun lalu, sudah merasakan bagaimana siapnya Beijing menyongsong acara yang masih 3 tahun lagi. Mereka mempersiapkan olimpiade ini dari jauh-jauh hari (sejak sekitar tahun 2000an kalau tidak salah). Semua sektor mereka perbaiki termasuk persiapan bahasa. Dibanding beberapa tahun sebelumnya, penggunaan bahasa Inggris para penduduk yang terkait dengan wisatawan meningkat pesat. Pemerintah memberikan kursus Inggris gratis bagi mereka yang memerlukan.

Untuk Indonesia, pesta olahraga sudah selayaknya dipersiapkan lebih matang sehingga semua pihak untung. Mulai dari kota yang menjadi host hingga pemerintah pusat melalui pencapaian pajaknya. PON Palembang sebenarnya sudah mulai membuahkan hasil, like it or not Palembang dengan ikon Jembatan Ampera yang membelah sungai Musi – kini menjadi ikon pulau Sumatera (ingat iklan indomie terbaru ;-)) Apalagi setelah PON 2004, kota Palembang menjadi bagus, menang Adipura 2 tahun berturut-turut [2007-2008] dan ikut mendampingi kota Jakarta untuk bertanding di lomba Adipura Asean.

Pesta olahraga adalah investasi ekonomi yang menguntungkan. Domino effectnya juga long term. Tebak dimana Asian Games tahun 2010? Beijing 😉 Toh mereka sudah siap dengan segala fasilitas olahraga dan wisata.

Kembali ke Indonesia, di depan mata adalah SEA Games 2011 dimana Jakarta akan menjadi tuan rumah. Persiapannya sudah sampai mana ya? sekitar 3 tahun lagi nih 😉

 

Black Innovation Awards 2008

Filed under: creative — yoris72sebastian @ 2:00 am
Tags: , , , , , , ,

Baru saja, Black Innovation Awards 2008 selesai digelar. Tahun ini para pemenang berasal dari luar Jakarta semua. Mereka adalah:

I Gusti Bagus Putra Ariawan dari Bali (Tongkat Cahaya)

Irvan Hermawan dari Bandung (Shotore)

Ana Ningsih dari Solo (Multiclos)

Dony Arsetyasmoro dari Yogyakarta (Tasenden)

Tahun ini para pemenang melahirkan produk-produk yang lebih mudah untuk digunakan oleh orang banyak dan diproduksi masal.

Semuanya merupakan problem solver dari masalah kita sehari-hari sesuai dengan objective event yang sudah memasuki tahun kedua. Ada yang untuk kebutuhan rumah, kebutuhan kantor, alat transportasi dan juga waktu luang. Semuanya sangat Indonesia, kecuali Shotore – penutup sepatu untuk mereka yang suka main skate board. Panitia yang dibantu Ruang Rupa, tidak menemukan barang serupa walau skate board sebenarnya olahraga international. Irvan terinspirasi dari sepatu teman-temannya di kampus yang rata-rata mahal namun akhirnya rusak dimakan board.

Selebihnya sangat Indonesia, sebut saja Tongkat Cahaya yang dibuat oleh Gusti untuk membantu tukang pijat tuna netra yang tidak berani kerja malam karena takut diserempet mobil. Maklum seringkali kita pulang kerja sudah malam. Selain itu saya senang dengan spirit recycle dimana seluruh peralatan dibuat dari bahan-bahan bekas, mulai dari tongkatnya diambil dari kaki tripod yang atasnya sudah rusak, bel dari sepeda anaknya dan lampu juga dari mainan anaknya. Dengan kemenangan dengan hadiah Rp. 25 Juta ini, sang anak patut mendapat hadiah tentunya 😉

Multiclos, sebuah penambahan untuk closet yang dibuat untuk mereka yang hanya bisa buang air besar dengan cara jongkok. Saya ingat beberapa kali dulu waktu bekerja di HAI, saya suka kebagian dinas luar negri dengan wartawan baru, memang menjadi masalah bagi mereka yang tidak biasa closet duduk 🙂

Last but least, my favorite Tasenden karena produk ini sangat pas dilaunch pada mudik 2008 nanti. Tas ini mengamankan penumpang motor, bilamana ia tertidur saat dibonceng motor.

Saya berharap, BIA 2009 akan digelar lagi oleh Djarum Black. Saya punya keyakinan bahwa dengan dibuatnya event ini secara reguler, suatu hari nanti anak muda Indonesia bisa menciptakan inovasi yang diperlukan sesama, bisa diproduksi masal dan dikenang sepanjang masa. Seperti layaknya post-it, gunting dan masih banyak barang temuan lainnya.

Indonesia memiliki banyak orang kreatif dan inovatif, namun selama ini tidak ada ajang dan wadah untuk menunjukkan kemampuan diri. Thank you Black Innovation Awards yang sudah menjadi pelopor lomba inovasi di Indonesia.

 

Black Innovation Awards (2) Mirip bukan berarti Contek August 5, 2008

Filed under: creative,indonesia — yoris72sebastian @ 12:16 am
Tags: , , , , , ,

Saya cukup senang dengan makin besarnya animo masyarakat dengan event yang memasuki tahun kedua di tahun 2008 ini. Dua tahun menjadi juri, tahun depan OMG Creative Consulting dipercaya untuk melengkapi tim yang ada sebagai Creative Event Planner, so for sure I will need lots of input from you guys who loves Creativity especially Black Innovation Award.

Masih sangat jarang event-event seperti ini dan saya sangat yakin in the future peserta BIA bisa menciptakan sesuatu yang berguna dan akan diproduksi masal dan dikenang sepanjang masa.

Banyak masukan ke blog saya ini mengenai kemiripan produk yang masuk final dengan barang-barang yang sudah ada di internet. Tentu ini menjadi tanggung jawab moril dari para peserta untuk tidak mengambil ide dari produk yang sudah ada. Karena itu kalau diperhatikan biasanya 4 pemenang BIA selalu sifatnya berguna dan sangat Indonesia.

Mengutip quote dari Bernice Fitzgibbon, “Creativity often consist of merely turning up what is already there” Jadi selama produk tersebut tidak copy paste, masih ada kemungkinan untuk produk tersebut masuk final apalagi kalau reason-nya sangat Indonesia.

Ide yang mirip sangat mungkin keluar dari beberapa orang yang berbeda walau tidak necessary salah satunya nyontek. Salah satu yang baru-baru ini heboh adalah Bagi-bagi Uang 100 Juta dalam peluncuran buku Tung Desem Waringin yang awalnya ingin dilakukan di Parkir Timur Senayan 1 June lalu. Berbagai pro dan kontra timbul dan sebuah email juga masuk dari salah seorang pengamat creativity bahwa acara serupa sudah dilakukan 25 Januari 2008 lalu di Jerman oleh Marco Hilgert seorang pengemudi truk yang menang kontes radio dengan hadiah sebesar 100.000 Euro (sekitar 1,4 Milyar Rupiah).

Kontes tersebut sangat sederhana, apa yang anda akan lakukan bila anda diberikan uang 100.000 Euro? Ada yang rela dirontokkan semua giginya atau ada yang berani berenang di kubangan limbah. Marco menang lantaran menjawab, saya hanya akan ambil 25% dan sisanya akan saya bagi-bagikan pada orang lain. Sementara semua orang bernapsu mendapatkan 100.000 Euro untuk dirinya sendiri, Marco masih memikirkan orang lain.

Walau Marco membagikan uang di akhir Januari – beberapa bulan lebih awal dari Tung Desem bagi-bagi uang, saya toh positive thinking bahwa yang dilakukan Tung Desem walau mirip tapi tidak meniru Marco. Terkadang ide bisa mirip namun selama context maupun reasonnya beda, sah-sah saja. Kecuali ada radio station yang lantas latah bikin quiz radio dengan hadiah 100 Juta dengan pertanyaan Quiz, “Apa yang akan kamu lakukan bila mendapat 100 Juta Rupiah?” Itu baru namanya copy paste ;-p