This blog is no longer updated pls post comment to http://yorissebastian.com

Thinking Out of the Box – Execute Inside the Box

World Cup Euphoria at the Bar December 29, 2007

Filed under: uk trip — yoris72sebastian @ 11:01 am
Tags: , , , ,

London, 20 June 2006

First night in London. Since I’ll be staying for almost 2 weeks here, so I just go to the Bar and watch the World Cup match and having a steak for my dinner. You can see people from many countries united in the Bar to watch the biggest soccer event Live from Germany.

Besides watching soccer, finally I met some other finalist of International Young Creative Entrepreneur of the Year from India (Jesse) and Argentina (Matias). Jesse is the one who spotted us. He memorize our face that published on the British Council website. So three of us love to watch soccer and like to drink ;-p

One thing that I noticed different with Indonesia, even if we open a bill and leave our credit card with the server but we still have to go to the bar every time we want to order again. Maybe because of the high cost of labour, so the Bar don’t have many staff to give service. It’s not so nice to walk to the bar every time we need to order.

But in the same it gives me an ideas to have this kind of bar with limited highly paid staff who is smart and good looking but all orders should go to the bar. No server to get your order 🙂 Why not?

(this article was made during my trip to UK for the International Young Creative Entrepreneur of the Year 2006 competition held by British Council)

 

Long Queue at the Heathrow London

Filed under: uk trip — yoris72sebastian @ 10:47 am
Tags: , , , , ,

London, 20 June 2006

Security check always create a long queue in any international airport that I’ve ever been. Including Heathrow where they really checked everybody today. But,  it’s good because we spent hours in the airport to ensure everybody is ‘clean’ and when you go to the malls, offices, hotels and even to the ambassador house you don’t have to wasting some time for another security check procedures.

heathrow-airport.jpg

That’s right, back in Indonesia (especially in Jakarta where i lived) we have to be checked mostly everywhere. I think it’s not only wasting time but also not efficient because most of the place only use metal detector. Imagine, we are entering the hotel with our car and they check with detector… So it’s only a formality sake and pretend it’s already safe. “Basa basi” that’s the local words to explained these situation.

But hey, it’s not good only blaming the situation without given any real solutions. IMHO, I think the local government should work together with all the malls, offices, hotels and offices who already spend ‘some’ budget for the above security procedures and together invest on reputable foreign intelligent expert to avoid another bombing happened.

Let’s start maybe from Bali as pilot project.  Anybody who have business in Bali should already experienced how much the revenue drop and causing big loss for the city.  Imagine if all the ‘basa basi’ security procedure budget used to avoid the same tragedy by using some foreign expert.

(this article was made during my trip to UK for the International Young Creative Entrepreneur of the Year 2006 competition held by British Council)

 

I am Legend December 28, 2007

Filed under: movie — yoris72sebastian @ 4:48 pm
Tags: , , ,

i_am_legend_teaser.jpg

I just watch this movie few days ago. It was a great movie, great act, good to see something you’ve never seen before (i’ve been to nyc but seeing the city fallin’ apart? see the movie poster of Superman and Batman become one movie?) and it was unpredicted. Well, I don’t wanna end up tell the story, in case many of you haven’t watch the movie… you better be fast, it’s better to watch it in the movie theatre… with all the sound effects.

But, the songs from Bob Marley still running in my head… it was a good ‘hook’ repeated several times in the movie.

In that movie, Dr. Neville (Will Smith) mentioned regarding Bob Marley’s quotes saying something like “Music can bring peace to many races” and now we can see many bands having multi races in a band (last one that i saw, was Mika [UK] live performance in Hongkong and his bassist is Korean)

We can see many people from all over the world gather around during Glastonbury (UK), Big Day Out (Australia) and many other music festivals to celebrate music in togetherness.

In Indonesia, I even can say “Creative Technology has brought peace in Indonesian youngster”

Yup, all the gadgets, the gaming consoles and the social networking sites has made Indonesian youngster busy until they don’t have time to fight anymore. According to my friend, Yongky from Nielsen on the last Indonesian Marketing Forum 07, the only crime that showing decrease in numbers is student fights. All other crime has increased in Indonesia, but student fights reduced.

When I was a teenager, most of newspaper and magazine always covered the student fights. Maybe because there’s nothing really interesting for young students to do those days… skipping schools and go to the malls? I did ;-p

We are entering the 2008 very soon. It’s time enhance technology and create positive impact for others in 2008.

taken from my article on http://www.passionland.net/

 

Outing Kreatif December 27, 2007

Filed under: creative — yoris72sebastian @ 6:48 pm
Tags: , ,

poster-passiontrip-octovate.jpg

Saya baru saja pulang dari outing yang melelahkan sekaligus menyenangkan bulan November lalu. Dalam rangka ulang tahun Octovate yang kedua dimana OMG Creative Consulting bernaung, kami sekantor berangkat outing ke Bali (yup Bali, bukan Jogya) dengan tema PassionTrip 07.

Berbagai acara dikemas sehingga selain untuk membuat para karyawan lebih akrab, banyak perlombaan yang juga dirancang untuk merangsang kreativitas para karyawan. Mulai dari Passion Race, Passion Show sampai JackAss video making yang nantinya akan di.upload ke youtube.

Memang saat ini outing untuk para karyawan sudah mulai dilakukan banyak perusahaan. Kesadaran akan pentingnya outing membuat kegiatan ini menjadi kalender penting bagi bagian personalia.

Kalau dilihat dari biayanya memang cukup besar, namun kalau kita ingat perkataan ‘Staff is the most important asset’ maka sudah sewajarnya bila perusahaan selama mampu, juga melakukan investasi pada outing yang selain menyenangkan juga berkesan dan mampu membuat para karyawan makin kerasan bekerja di perusahaan tersebut.

Kalau dulu, saya suka menggelar outing khusus untuk berkhayal (dream retreat). Memang sih hanya untuk divisi marketing, dimana kami memikirkan ide-ide gila untuk rencana kerja tahun depannya. Memang akan sulit untuk mengeluarkan ide-ide yang fresh bila kita hanya melakukan meeting perencanaan di ruang meeting yang sehari-hari kita gunakan.

Biaya juga tidak harus selalu besar, tergantung besarnya kesanggupan dari perusahaan. Kalau anggarannya besar, kita bisa ke luar kota. Kota favorit saya saat ini untuk dream retreat adalah Bali dan Bandung. Kota yang terakhir, masuk dalam list saya sejak tol Cipularang dibuka. Jarak 1,5 jam membuat saya sering kesana untuk mencari ide, baik sendiri maupun bersama-sama.

Bahkan, saat krismon baru melanda 10 tahun silam, saya pernah bikin dream retreat hanya di Dufan Ancol tanpa menginap. Tapi hasilnya juga bagus. Saat ide sudah mulai kering, kita bergerak untuk main boom boom car. Setelah itu langsung brainstorming lagi. Hasilnya? Ruarrr biasa…!!

Edward De Bono bilang, “Creativity involves breaking out of established patterns in order to look at things in a different way.”

So if you haven’t plan your outing, better late than never. Start planning…

Diambil dari majalah Clear – kolom YORISSAYS every person is a creative person

lomba-cari-plastic.jpg

Acara penutup dalam rangkaian Passion Race, peserta diminta mencari plastik yang disembunyikan di dalam pasir. Passion Race 07 dimenangkan oleh tim kuning (my team ;-p)

 

Facebook

Filed under: creative — yoris72sebastian @ 6:42 pm

Membaca majalah Fast Company menobatkan Facebook perusahaan paling top di tahun 2007 saya rasa tidak salah. CEO Mark Zuckerberg, bukan saja mampu membuat 41 juta orang seluruh dunia bergabung di dalam social network web – yang sering disebut web 2.0 ini – padahal baru diluncurkan 3 tahun yang lalu. Ia juga mampu menolak tawaran pembelian seniai 1 Milyar dollar amerika dari Yahoo.

Saya sendiri baru bergabung beberapa bulan lalu dan saat saya menulis kolom ini baru 42.000 orang di Indonesia yang bergabung, namun kurang dari 1 bulan sebelumnya jumlahnya baru 20.000 sehingga bisa dilihat seberapa cepat pertumbuhan pengguna facebook disini.

mark-zuckerberg-facebook.jpg

Saya jadi ingat sebuah quote dari Bernice Fitzgibbon, “Creativity often consist of merely turning up what is already there”. Amazon.com juga bukan yang pertama menjual buku di internet. BreadTalk juga bukan yang pertama menjual roti. Bakmi GajahMada tentu bukan yang pertama menjual mie.

Menjadi kreatif tidak selalu harus menjadi yang pertama. Sekarang saya lebih baik tidak menjadi yang pertama, kalau akhirnya malah tidak siap diluncurkan. Project Goliath, proyek musik terbaru saya malah sudah 1 tahun dipersiapkan karena memerlukan riset dan sistim yang kuat sebelum benar-benar diluncurkan.

Dulu, saya menonton konser Ruth Sahanaya di TIM tahun 1994. Sejak saat itu saya bermimpi membuat program musik mingguan dimana artis Indonesia punya kesempatan konser selama 1,5 jam di Hard Rock Café. Kala itu, sangat jarang artis local punya kesempatan seperti Uthe menggelar solo konser. Rata-rata diundang hanya untuk nyanyi 2-3 lagu hits mereka saja. Baru di tahun 1996, lahir program signature Hard Rock Café Jakarta, I Don’t Like Monday.

“Jadi nggak papa dong kita me-too?” begitu pertanyaan banyak orang saat saya mengatakan kreatif tidak selalu menjadi yang pertama. Yes, tidak apa-apa selama kita membuatnya jauh lebih baik dari brand yang pelopor. Bisa itu dari fungsinya, dari cara akses, dan dari banyak hal lain yang bisa anda riset dari para pengguna.

Banyak orang yang simply hanya copy and paste lalu dirubah-rubah sedikit dan diberi logo baru dan langsung berperang dengan harga. Begitulah kebanyakan.

Air Asia dan low cost carrier lainnya, secara kreatif merubah harga jual dengan menghilangkan biaya-biaya yang tidak perlu. Malah kalau sempat ke Malaysia, coba pergi ke Tune Hotel yang sepertinya milik Air Asia juga. Hotel ini merupakan low cost hotel, jadi kalau mau sabun bayar lagi, mau shampoo bayar lagi. Terkadang benar juga ya, kita sudah membawa sabun dan shampoo namun harga kamar kita sudah termasuk harga sabun dan shampoo yang tidak kita pakai.

Dengan mau sedikit capek, berpikir kreatif, lahir banyak produk atau service yang akhirnya diminati dan dibicarakan orang banyak. Word of mouth is very powerfull.

Seperti halnya facebook, mereka bisa besar karena kekuatan customer, Mark Zuckerberg dengan kreatif membuka facebook untuk berbagai application untuk masuk ke dalam facebook. Saat ini ada lebih dar 4000 application yang bisa kita tambahkan ke facebook sesuai keinginan customer. Hal yang tidak dimiliki oleh friendster, myspace dan web 2.0 lainnya karena mereka ingin menguasai customer sendirian.

‘Every person is a creative person’ termasuk Mark yang hanya college dropout.
So you don’t have to become the first one, but be a better one differently. Start today, my friend.

Diambil dari majalah Clear – kolom YORISSAYS every person is a creative person

 

Black Innovation Awards 2007

Filed under: creative — yoris72sebastian @ 6:41 pm
Tags: , , ,

picture-16.png

Makin hari saya makin yakin dengan judul kolom saya ini, “Every Person is a Creative Person”. Bulan September lalu, saya menjadi salah satu dari 5 Juri untuk acara Black Innovation Awards. Acara yang baru pertama kali digelar ini dibuka untuk orang muda yang berusia 18 – 35 tahun dan syaratnya sangat simple: membuat barang yang memudahkan kehidupan kita sehari-hari.

Baik itu untuk transportasi, peralatan kantor maupun untuk leisure. Ajang ini menjadi langkah awal seorang penemu Indonesia dilahirkan. Bagaimana tidak, caranya gampang banget, sang penemu tinggal menuliskan dan menggambarkan ide temuan mereka dan dikirim ke panitia. Bila terpilih masuk final 20 besar, barang-barang tersebut dibuatkan prototype-nya oleh Ruang Rupa yang menjadi panitia pelaksana.

Serunya, saat saya akhirnya bertemu dengan para pemenang ternyata mereka jauh dari bayangan saya awalnya. Hadi Wibowo, penemu Kalamari keliatan seperti anak gaul. Padahal temuannya dibuat khusus bagi warga yang setiap tahun rutin mendapat musibah banjir. Senang melihat anak gaul juga memikirkan social caused. Kalamari adalah lemari funky berwarna orange yang pada saat banjir datang bisa berubah fungsi dan mengapung seperti kapal dan menampung anak kecil beserta barang-barang berharga lainnya, seperti televisi.

Sementara Dian Hadinoto malahan sehari-harinya menjalankan usaha florist di bilangan Permata Hijau, tidak pernah naik motor namun mampu menemukan ide membuat Raincoat Helmet. Simpel saja, dia sering melihat pengemudi motor harus berhenti dan mengambil jas hujan. Kini Dian membuat helm yang sudah lengkap dengan jas hujannya. Sehingga saat hujan mendadak dating, pengemudi tingal menepi dan membuka jas hujan yang sudah menempel di helm.

“Wah, kalo begitu sih saya juga bisa” Nah, sayangnya banyak orang yang hanya gampang berbicara setelah mendengar namun sadarkah kita bahwa sebelum Dian menang hal tersebut belum tentu terpikir oleh kita.

Kreativitas memang kadangkala memikirkan sesuatu yang simple namun tidak kepikiran oleh orang lain.

Sementara buat yang memang benar-benar pernah terpikir untuk ide yang sama seperti diatas, sebaiknya anda persiapkan diri untuk ikutan lomba yang sama tahun depan.

Itu yang membedakan antara penemu dan pemimpi. Penemu membuat mimpinya menjadi kenyataan. Sementara pemimpi, hanya memikirkan hal-hal yang tidak pernah direalisasikan. Pada saat ide yang mirip keluar, dengan gampangnya ia berkata, “Padahal gue uda pernah kepikiran yang sama”

Terkadang kita tidak perlu berpikir untuk hal-hal besar. “Every big step start with an inch” Jadi start dengan yang kecil-kecil dulu, jadi kalau gagal tidak terlalu masalah. Seiring dengan meningkatnya skill dan kreativitas kita, makin besar pula hal yang kita lakukan.

Kalau mengambil spirit Kaizen, management philosophy dari Jepang yang fokus ke pencapaian yang berkesinambungan, walau kecil tapi terus menerus.

Namun karena dilakukan terus menerus, akhirnya menjadi habit. Akhirnya anda terbiasa untuk menjadi innovator yang kreatif dan menghasilkan penemuan yang berguna bagi orang sekeliling anda maupun nantinya bagi masyarakat banyak.

Kemenangan Dian, sekali lagi menunjukkan bahwa inventor bisa siapa saja. Coz every person is a creative person.

Diambil dari majalah Clear – kolom YORISSAYS every person is a creative person

 

Alun Alun

Filed under: creative — yoris72sebastian @ 6:33 pm
Tags: , ,

Sangat senang di bulan Agustus lalu, hadir sebuah tempat baru bernama Alun Alun. Bertempat di Grand Indonesia, tempat ini mejual segala pernak pernik yang berbau Indonesia disini. Mulai dari souvenir, pakaian, tas, lagu-lagu sampai restoran khas Indonesia.

Bisa untuk dipakai sendiri atau di rumah sendiri dan tentunya sangat bagus untuk para turis yang walau sedikit jumlahnya lantaran travel warning namun memiliki daya beli yang tinggi. Tampaknya Sarinah dan Pasaraya harus mulai berbenah. Produk – produk yang dijual di Alun Alun juga relatif terjangkau walau bisa dikatakan harga premium.

Kalau sekarang kita mau ke luar negri, nggak perlu bingung lagi bawa oleh oleh apa untuk teman atau rekan bisnis di luar negri. Cukup ke Alun Alun semua tersedia, bahkan barang dengan harga Rp. 50.000 sekalipun hingga yang harganya ratusan ribu rupiah tentunya.

Saya sendiri langsung membeli kaus kuning bergambar Jendral Sudirman yang modelnya sangat jaman sekarang namun cocok dengan guratan pencil bergambar Jendral jaman kemerdekaan dulu ini.

Memang, kreatif itu tidak selalu harus yang baru, memberikan sentuhan yang baru untuk sesuatu yang sudah ada namun dengan sentuhan yang berbeda. Bahkan untuk target market baru, seperti orang muda yang selama ini di cap terlalu kebarat-baratan.

Orang selalu bilang – hati-hati orang muda akan lupa kebudayaannya sendiri, makin tidak nasionalis. Namun terkadang, hanya masalah penyajiannya saja. Saya yakin banyak orang muda akan memakai batik bilang dirancang dengan gaya modern seperti yang terlihat di Alun Alun.

Mudah-mudahan Alun Alun akan menginsipirasikan tempat-tempat lain untuk juga melakukan hal yang baik untuk bangsa ini namun tetap komersil. Yang mereka lakukan bukan sesuatu yang baru namun menurut saya cukup breakthrough dan kreatif. Dari orang muda sampai yang sudah berumur akan senang dengan barang-barang di gerai yang terletak di lantai 3 ini.

Masih terlalu dini untuk mengukur kesuksesan Alun Alun, namun menurut saya mereka akan sukses dan ini adalah buah dari kreatifitas, Remember, Creative Sells!

Selain itu saya selalu mengingatkan bahwa untuk menjadi kreatif, kita harus memikirkan ide yang bermanfaat bagi banyak orang (bukan hanya ide yang bisa menghasilkan uang banyak), lalu ide ini berbeda dari yang biasa dilakukan orang lain dan yang terakhir ide ini bisa dilakukan.

Yup, terkadang ide-nya terlalu kreatif sehingga untuk menjalankannya tidak feasible. Tapi bukan berarti ide yang kita akan jalankan harus gampang ya. Sesuatu yang baru atau berbeda biasanya tidak selalu mulus di depan. Untuk itu kita harus persistent dengan ide atau gagasan tersebut namun penuh perhitungan.

Saya yakin, Indonesia akan semakin maju bila kita selalu mencoba untuk kreatif di apapun yang kita lakukan.

Semua orang pada dasarnya dilahirkan kreatif. Ingat, semua anak kecil menggambar kan? ‘Every person is a creative person’ dan karena itu harusnya ‘Every business is a Creative Business’

Diambil dari majalah Clear – kolom YORISSAYS every person is a creative person