This blog is no longer updated pls post comment to http://yorissebastian.com

Thinking Out of the Box – Execute Inside the Box

World Cup Euphoria at the Bar December 29, 2007

Filed under: uk trip — yoris72sebastian @ 11:01 am
Tags: , , , ,

London, 20 June 2006

First night in London. Since I’ll be staying for almost 2 weeks here, so I just go to the Bar and watch the World Cup match and having a steak for my dinner. You can see people from many countries united in the Bar to watch the biggest soccer event Live from Germany.

Besides watching soccer, finally I met some other finalist of International Young Creative Entrepreneur of the Year from India (Jesse) and Argentina (Matias). Jesse is the one who spotted us. He memorize our face that published on the British Council website. So three of us love to watch soccer and like to drink ;-p

One thing that I noticed different with Indonesia, even if we open a bill and leave our credit card with the server but we still have to go to the bar every time we want to order again. Maybe because of the high cost of labour, so the Bar don’t have many staff to give service. It’s not so nice to walk to the bar every time we need to order.

But in the same it gives me an ideas to have this kind of bar with limited highly paid staff who is smart and good looking but all orders should go to the bar. No server to get your order 🙂 Why not?

(this article was made during my trip to UK for the International Young Creative Entrepreneur of the Year 2006 competition held by British Council)

 

Long Queue at the Heathrow London

Filed under: uk trip — yoris72sebastian @ 10:47 am
Tags: , , , , ,

London, 20 June 2006

Security check always create a long queue in any international airport that I’ve ever been. Including Heathrow where they really checked everybody today. But,  it’s good because we spent hours in the airport to ensure everybody is ‘clean’ and when you go to the malls, offices, hotels and even to the ambassador house you don’t have to wasting some time for another security check procedures.

heathrow-airport.jpg

That’s right, back in Indonesia (especially in Jakarta where i lived) we have to be checked mostly everywhere. I think it’s not only wasting time but also not efficient because most of the place only use metal detector. Imagine, we are entering the hotel with our car and they check with detector… So it’s only a formality sake and pretend it’s already safe. “Basa basi” that’s the local words to explained these situation.

But hey, it’s not good only blaming the situation without given any real solutions. IMHO, I think the local government should work together with all the malls, offices, hotels and offices who already spend ‘some’ budget for the above security procedures and together invest on reputable foreign intelligent expert to avoid another bombing happened.

Let’s start maybe from Bali as pilot project.  Anybody who have business in Bali should already experienced how much the revenue drop and causing big loss for the city.  Imagine if all the ‘basa basi’ security procedure budget used to avoid the same tragedy by using some foreign expert.

(this article was made during my trip to UK for the International Young Creative Entrepreneur of the Year 2006 competition held by British Council)

 

I am Legend December 28, 2007

Filed under: movie — yoris72sebastian @ 4:48 pm
Tags: , , ,

i_am_legend_teaser.jpg

I just watch this movie few days ago. It was a great movie, great act, good to see something you’ve never seen before (i’ve been to nyc but seeing the city fallin’ apart? see the movie poster of Superman and Batman become one movie?) and it was unpredicted. Well, I don’t wanna end up tell the story, in case many of you haven’t watch the movie… you better be fast, it’s better to watch it in the movie theatre… with all the sound effects.

But, the songs from Bob Marley still running in my head… it was a good ‘hook’ repeated several times in the movie.

In that movie, Dr. Neville (Will Smith) mentioned regarding Bob Marley’s quotes saying something like “Music can bring peace to many races” and now we can see many bands having multi races in a band (last one that i saw, was Mika [UK] live performance in Hongkong and his bassist is Korean)

We can see many people from all over the world gather around during Glastonbury (UK), Big Day Out (Australia) and many other music festivals to celebrate music in togetherness.

In Indonesia, I even can say “Creative Technology has brought peace in Indonesian youngster”

Yup, all the gadgets, the gaming consoles and the social networking sites has made Indonesian youngster busy until they don’t have time to fight anymore. According to my friend, Yongky from Nielsen on the last Indonesian Marketing Forum 07, the only crime that showing decrease in numbers is student fights. All other crime has increased in Indonesia, but student fights reduced.

When I was a teenager, most of newspaper and magazine always covered the student fights. Maybe because there’s nothing really interesting for young students to do those days… skipping schools and go to the malls? I did ;-p

We are entering the 2008 very soon. It’s time enhance technology and create positive impact for others in 2008.

taken from my article on http://www.passionland.net/

 

Outing Kreatif December 27, 2007

Filed under: creative — yoris72sebastian @ 6:48 pm
Tags: , ,

poster-passiontrip-octovate.jpg

Saya baru saja pulang dari outing yang melelahkan sekaligus menyenangkan bulan November lalu. Dalam rangka ulang tahun Octovate yang kedua dimana OMG Creative Consulting bernaung, kami sekantor berangkat outing ke Bali (yup Bali, bukan Jogya) dengan tema PassionTrip 07.

Berbagai acara dikemas sehingga selain untuk membuat para karyawan lebih akrab, banyak perlombaan yang juga dirancang untuk merangsang kreativitas para karyawan. Mulai dari Passion Race, Passion Show sampai JackAss video making yang nantinya akan di.upload ke youtube.

Memang saat ini outing untuk para karyawan sudah mulai dilakukan banyak perusahaan. Kesadaran akan pentingnya outing membuat kegiatan ini menjadi kalender penting bagi bagian personalia.

Kalau dilihat dari biayanya memang cukup besar, namun kalau kita ingat perkataan ‘Staff is the most important asset’ maka sudah sewajarnya bila perusahaan selama mampu, juga melakukan investasi pada outing yang selain menyenangkan juga berkesan dan mampu membuat para karyawan makin kerasan bekerja di perusahaan tersebut.

Kalau dulu, saya suka menggelar outing khusus untuk berkhayal (dream retreat). Memang sih hanya untuk divisi marketing, dimana kami memikirkan ide-ide gila untuk rencana kerja tahun depannya. Memang akan sulit untuk mengeluarkan ide-ide yang fresh bila kita hanya melakukan meeting perencanaan di ruang meeting yang sehari-hari kita gunakan.

Biaya juga tidak harus selalu besar, tergantung besarnya kesanggupan dari perusahaan. Kalau anggarannya besar, kita bisa ke luar kota. Kota favorit saya saat ini untuk dream retreat adalah Bali dan Bandung. Kota yang terakhir, masuk dalam list saya sejak tol Cipularang dibuka. Jarak 1,5 jam membuat saya sering kesana untuk mencari ide, baik sendiri maupun bersama-sama.

Bahkan, saat krismon baru melanda 10 tahun silam, saya pernah bikin dream retreat hanya di Dufan Ancol tanpa menginap. Tapi hasilnya juga bagus. Saat ide sudah mulai kering, kita bergerak untuk main boom boom car. Setelah itu langsung brainstorming lagi. Hasilnya? Ruarrr biasa…!!

Edward De Bono bilang, “Creativity involves breaking out of established patterns in order to look at things in a different way.”

So if you haven’t plan your outing, better late than never. Start planning…

Diambil dari majalah Clear – kolom YORISSAYS every person is a creative person

lomba-cari-plastic.jpg

Acara penutup dalam rangkaian Passion Race, peserta diminta mencari plastik yang disembunyikan di dalam pasir. Passion Race 07 dimenangkan oleh tim kuning (my team ;-p)

 

Facebook

Filed under: creative — yoris72sebastian @ 6:42 pm

Membaca majalah Fast Company menobatkan Facebook perusahaan paling top di tahun 2007 saya rasa tidak salah. CEO Mark Zuckerberg, bukan saja mampu membuat 41 juta orang seluruh dunia bergabung di dalam social network web – yang sering disebut web 2.0 ini – padahal baru diluncurkan 3 tahun yang lalu. Ia juga mampu menolak tawaran pembelian seniai 1 Milyar dollar amerika dari Yahoo.

Saya sendiri baru bergabung beberapa bulan lalu dan saat saya menulis kolom ini baru 42.000 orang di Indonesia yang bergabung, namun kurang dari 1 bulan sebelumnya jumlahnya baru 20.000 sehingga bisa dilihat seberapa cepat pertumbuhan pengguna facebook disini.

mark-zuckerberg-facebook.jpg

Saya jadi ingat sebuah quote dari Bernice Fitzgibbon, “Creativity often consist of merely turning up what is already there”. Amazon.com juga bukan yang pertama menjual buku di internet. BreadTalk juga bukan yang pertama menjual roti. Bakmi GajahMada tentu bukan yang pertama menjual mie.

Menjadi kreatif tidak selalu harus menjadi yang pertama. Sekarang saya lebih baik tidak menjadi yang pertama, kalau akhirnya malah tidak siap diluncurkan. Project Goliath, proyek musik terbaru saya malah sudah 1 tahun dipersiapkan karena memerlukan riset dan sistim yang kuat sebelum benar-benar diluncurkan.

Dulu, saya menonton konser Ruth Sahanaya di TIM tahun 1994. Sejak saat itu saya bermimpi membuat program musik mingguan dimana artis Indonesia punya kesempatan konser selama 1,5 jam di Hard Rock Café. Kala itu, sangat jarang artis local punya kesempatan seperti Uthe menggelar solo konser. Rata-rata diundang hanya untuk nyanyi 2-3 lagu hits mereka saja. Baru di tahun 1996, lahir program signature Hard Rock Café Jakarta, I Don’t Like Monday.

“Jadi nggak papa dong kita me-too?” begitu pertanyaan banyak orang saat saya mengatakan kreatif tidak selalu menjadi yang pertama. Yes, tidak apa-apa selama kita membuatnya jauh lebih baik dari brand yang pelopor. Bisa itu dari fungsinya, dari cara akses, dan dari banyak hal lain yang bisa anda riset dari para pengguna.

Banyak orang yang simply hanya copy and paste lalu dirubah-rubah sedikit dan diberi logo baru dan langsung berperang dengan harga. Begitulah kebanyakan.

Air Asia dan low cost carrier lainnya, secara kreatif merubah harga jual dengan menghilangkan biaya-biaya yang tidak perlu. Malah kalau sempat ke Malaysia, coba pergi ke Tune Hotel yang sepertinya milik Air Asia juga. Hotel ini merupakan low cost hotel, jadi kalau mau sabun bayar lagi, mau shampoo bayar lagi. Terkadang benar juga ya, kita sudah membawa sabun dan shampoo namun harga kamar kita sudah termasuk harga sabun dan shampoo yang tidak kita pakai.

Dengan mau sedikit capek, berpikir kreatif, lahir banyak produk atau service yang akhirnya diminati dan dibicarakan orang banyak. Word of mouth is very powerfull.

Seperti halnya facebook, mereka bisa besar karena kekuatan customer, Mark Zuckerberg dengan kreatif membuka facebook untuk berbagai application untuk masuk ke dalam facebook. Saat ini ada lebih dar 4000 application yang bisa kita tambahkan ke facebook sesuai keinginan customer. Hal yang tidak dimiliki oleh friendster, myspace dan web 2.0 lainnya karena mereka ingin menguasai customer sendirian.

‘Every person is a creative person’ termasuk Mark yang hanya college dropout.
So you don’t have to become the first one, but be a better one differently. Start today, my friend.

Diambil dari majalah Clear – kolom YORISSAYS every person is a creative person

 

Black Innovation Awards 2007

Filed under: creative — yoris72sebastian @ 6:41 pm
Tags: , , ,

picture-16.png

Makin hari saya makin yakin dengan judul kolom saya ini, “Every Person is a Creative Person”. Bulan September lalu, saya menjadi salah satu dari 5 Juri untuk acara Black Innovation Awards. Acara yang baru pertama kali digelar ini dibuka untuk orang muda yang berusia 18 – 35 tahun dan syaratnya sangat simple: membuat barang yang memudahkan kehidupan kita sehari-hari.

Baik itu untuk transportasi, peralatan kantor maupun untuk leisure. Ajang ini menjadi langkah awal seorang penemu Indonesia dilahirkan. Bagaimana tidak, caranya gampang banget, sang penemu tinggal menuliskan dan menggambarkan ide temuan mereka dan dikirim ke panitia. Bila terpilih masuk final 20 besar, barang-barang tersebut dibuatkan prototype-nya oleh Ruang Rupa yang menjadi panitia pelaksana.

Serunya, saat saya akhirnya bertemu dengan para pemenang ternyata mereka jauh dari bayangan saya awalnya. Hadi Wibowo, penemu Kalamari keliatan seperti anak gaul. Padahal temuannya dibuat khusus bagi warga yang setiap tahun rutin mendapat musibah banjir. Senang melihat anak gaul juga memikirkan social caused. Kalamari adalah lemari funky berwarna orange yang pada saat banjir datang bisa berubah fungsi dan mengapung seperti kapal dan menampung anak kecil beserta barang-barang berharga lainnya, seperti televisi.

Sementara Dian Hadinoto malahan sehari-harinya menjalankan usaha florist di bilangan Permata Hijau, tidak pernah naik motor namun mampu menemukan ide membuat Raincoat Helmet. Simpel saja, dia sering melihat pengemudi motor harus berhenti dan mengambil jas hujan. Kini Dian membuat helm yang sudah lengkap dengan jas hujannya. Sehingga saat hujan mendadak dating, pengemudi tingal menepi dan membuka jas hujan yang sudah menempel di helm.

“Wah, kalo begitu sih saya juga bisa” Nah, sayangnya banyak orang yang hanya gampang berbicara setelah mendengar namun sadarkah kita bahwa sebelum Dian menang hal tersebut belum tentu terpikir oleh kita.

Kreativitas memang kadangkala memikirkan sesuatu yang simple namun tidak kepikiran oleh orang lain.

Sementara buat yang memang benar-benar pernah terpikir untuk ide yang sama seperti diatas, sebaiknya anda persiapkan diri untuk ikutan lomba yang sama tahun depan.

Itu yang membedakan antara penemu dan pemimpi. Penemu membuat mimpinya menjadi kenyataan. Sementara pemimpi, hanya memikirkan hal-hal yang tidak pernah direalisasikan. Pada saat ide yang mirip keluar, dengan gampangnya ia berkata, “Padahal gue uda pernah kepikiran yang sama”

Terkadang kita tidak perlu berpikir untuk hal-hal besar. “Every big step start with an inch” Jadi start dengan yang kecil-kecil dulu, jadi kalau gagal tidak terlalu masalah. Seiring dengan meningkatnya skill dan kreativitas kita, makin besar pula hal yang kita lakukan.

Kalau mengambil spirit Kaizen, management philosophy dari Jepang yang fokus ke pencapaian yang berkesinambungan, walau kecil tapi terus menerus.

Namun karena dilakukan terus menerus, akhirnya menjadi habit. Akhirnya anda terbiasa untuk menjadi innovator yang kreatif dan menghasilkan penemuan yang berguna bagi orang sekeliling anda maupun nantinya bagi masyarakat banyak.

Kemenangan Dian, sekali lagi menunjukkan bahwa inventor bisa siapa saja. Coz every person is a creative person.

Diambil dari majalah Clear – kolom YORISSAYS every person is a creative person

 

Alun Alun

Filed under: creative — yoris72sebastian @ 6:33 pm
Tags: , ,

Sangat senang di bulan Agustus lalu, hadir sebuah tempat baru bernama Alun Alun. Bertempat di Grand Indonesia, tempat ini mejual segala pernak pernik yang berbau Indonesia disini. Mulai dari souvenir, pakaian, tas, lagu-lagu sampai restoran khas Indonesia.

Bisa untuk dipakai sendiri atau di rumah sendiri dan tentunya sangat bagus untuk para turis yang walau sedikit jumlahnya lantaran travel warning namun memiliki daya beli yang tinggi. Tampaknya Sarinah dan Pasaraya harus mulai berbenah. Produk – produk yang dijual di Alun Alun juga relatif terjangkau walau bisa dikatakan harga premium.

Kalau sekarang kita mau ke luar negri, nggak perlu bingung lagi bawa oleh oleh apa untuk teman atau rekan bisnis di luar negri. Cukup ke Alun Alun semua tersedia, bahkan barang dengan harga Rp. 50.000 sekalipun hingga yang harganya ratusan ribu rupiah tentunya.

Saya sendiri langsung membeli kaus kuning bergambar Jendral Sudirman yang modelnya sangat jaman sekarang namun cocok dengan guratan pencil bergambar Jendral jaman kemerdekaan dulu ini.

Memang, kreatif itu tidak selalu harus yang baru, memberikan sentuhan yang baru untuk sesuatu yang sudah ada namun dengan sentuhan yang berbeda. Bahkan untuk target market baru, seperti orang muda yang selama ini di cap terlalu kebarat-baratan.

Orang selalu bilang – hati-hati orang muda akan lupa kebudayaannya sendiri, makin tidak nasionalis. Namun terkadang, hanya masalah penyajiannya saja. Saya yakin banyak orang muda akan memakai batik bilang dirancang dengan gaya modern seperti yang terlihat di Alun Alun.

Mudah-mudahan Alun Alun akan menginsipirasikan tempat-tempat lain untuk juga melakukan hal yang baik untuk bangsa ini namun tetap komersil. Yang mereka lakukan bukan sesuatu yang baru namun menurut saya cukup breakthrough dan kreatif. Dari orang muda sampai yang sudah berumur akan senang dengan barang-barang di gerai yang terletak di lantai 3 ini.

Masih terlalu dini untuk mengukur kesuksesan Alun Alun, namun menurut saya mereka akan sukses dan ini adalah buah dari kreatifitas, Remember, Creative Sells!

Selain itu saya selalu mengingatkan bahwa untuk menjadi kreatif, kita harus memikirkan ide yang bermanfaat bagi banyak orang (bukan hanya ide yang bisa menghasilkan uang banyak), lalu ide ini berbeda dari yang biasa dilakukan orang lain dan yang terakhir ide ini bisa dilakukan.

Yup, terkadang ide-nya terlalu kreatif sehingga untuk menjalankannya tidak feasible. Tapi bukan berarti ide yang kita akan jalankan harus gampang ya. Sesuatu yang baru atau berbeda biasanya tidak selalu mulus di depan. Untuk itu kita harus persistent dengan ide atau gagasan tersebut namun penuh perhitungan.

Saya yakin, Indonesia akan semakin maju bila kita selalu mencoba untuk kreatif di apapun yang kita lakukan.

Semua orang pada dasarnya dilahirkan kreatif. Ingat, semua anak kecil menggambar kan? ‘Every person is a creative person’ dan karena itu harusnya ‘Every business is a Creative Business’

Diambil dari majalah Clear – kolom YORISSAYS every person is a creative person

 

Travel Abroad Broaden Your Vision

Filed under: creative — yoris72sebastian @ 6:33 pm
Tags: , , , ,

Saya baru-baru ini berkesempatan mengunjungi Manchester. Sejak beberapa tahun terakhir ini, memang saya sudah menjadwalkan untuk pergi ke luar negri minimal 2 kali setahun. Baik itu perjalanan bisnis maupun liburan. Intinya saya keluar dari rutinitas dan melakukan perjalanan penjang.

Seeing new things. Membuat kita tahu lebih banyak. Membuat kita bisa banyak terinspirasi. Ingat, biasakan untuk ambil inspirasinya dan jangan hanya copy and paste. Tidak semua hal di luar negri yang bisa dijalankan di negri kita ini.

Apalagi, untuk menjadi seorang yang kreatif kita harus selalu berusaha membuat yang berbeda. Amati dengan cermat, hal apa saja yang berbeda dan bisa diambil pelajarannya.

Sekali lagi ini memang adalah investasi. Bagus kalau kita bisa membuat tabungan khusus setiap bulan untuk biaya jalan-jalan ke luar negri. Atau kalau kita karyawan dan memiliki pendapatan tetap yang lumayan, bisa juga ambil cicilan kartu kredit sehingga biaya yang keluar tidak langsung ditanggung sekaligus.

Daripada cicil handphone yang canggih, saya lebih memilih handphone biasa tapi bisa ke luar negri. Karena dengan pergi ke luar negri, saya bisa menjadi lebih kreatif dan di kemudian hari, kreativitas saya akan membuat saya mampu membeli handphone yang canggih.

monkey-buddha.jpg

Salah satu alasan kenapa saya memilih pergi ke Manchester International Festival (MIF) bukan ke festival legendaris Glastonbury yang diadakan dalam waktu bersamaan di Inggris bulan Juni lalu adalah karena MIF adalah festival yang menampilkan new work, sesuatu yang baru dan bersifat world premiere. Glastonbury bisa saya tonton di DVD sementara MIF belum tentu karena ini adalah kali pertama diadakan.

Disana saya melihat berbagai hal original. Yang paling menarik adalah sirkus opera Monkey: Journey to the West. Sirkus dan sutradara teater asal China berkolaborasi dengan Damon Albarn dan Jamie Hewlett asal Inggris yang sudah kita kenal lewat karyanya Gorilaz.

Senang melihat kreativitas bisa dijual dan menghidupi sebuah kota kecil dengan penduduk 400.000 (kalaupun ditambah kota sekitarnya menjadi 2,5 juta orang) dan pagelaran yang diadakan 18 hari ini ternyata didanai sebagian oleh Manchester City Council (bahasa lokalnya: pemda).

Jadi pemda setempat tidak hanya mendanai acara kebudayaan tradisional, mereka juga memilih MIF karena festival modern seperti ini mampu menyedot banyak turis lokal dan internasional. Bayangkan, harga hotel melambung dan tetap saja penuh. Restoran dan café sudah tentu jadi ikutan untung. Belum lagi toko-toko dan mall yang juga mendadak ramai. Belum lagi melihat para turis asia yang seliweran membawa paper bag Hard Rock Café dan Manchester United.

Pabrik-pabrik yang sudah tutup karena tidak kuat bersaing dengan pabrik China, sekarang malah dilestarikan dan dijadikan museum. Manchester sekarang ber-evolusi tidak lagi menjad kota industrial. Wah, seru juga ya kalau Bandung bisa seperti mereka. Musik, Fashion, Movie, Design you name it!

Mungkin ada yang bertanya, kok bisa ya pergi nonton festival bukan hanya enjoying the show tapi pulang dengan berbagai macam pandangan baru. Jawabannya simple: biasakan. Insights bisa didapatkan kalo kita terbiasa mengamati hal-hal biasa dari angle yang berbeda. Kalau yang ini harus dibiasakan walaupun sedang di Jakarta, gak harus ke luar negri dulu.

So plan your travel soon and train yourself to get insights, my friend.

Diambil dari majalah Clear – kolom YORISSAYS every person is a creative person

 

Investing in Seminar

Filed under: creative — yoris72sebastian @ 6:32 pm
Tags: , , , ,

Saya semakin percaya bahwa semua orang pada dasarnya punya kreativitas di dalam dirinya. Semakin sering saya keliling memberikan workshop atau sharing session dan makin terlihat bahwa sebenarnya banyak orang kreatif yang tinggal diasah akan menjadi sangat kreatif.

Dari beberapa tugas kelompok dalam workshop, terlihat bibit-bibit kreatif yang tampil dengan ide-ide brilian. Kadang cuma kurang kepercayaan diri saja.

Jadi menjawab pertanyaan banyak orang, bagaimana bisa kreatif? Salah satunya adalah rajin ikutan seminar. Bagus, kalau HRD perusahaan ada budget khusus sehingga anda bisa ikut tanpa keluar biaya sendiri. Kalaupun dengan uang sendiri anggap itu sebagai investasi. Selain itu usahakan untuk memberikan kelas untuk anak buah anda. Ada quotes: “I Hear – I Forget, I See – I Remember, I do – I Understand”. Jadi dengan membuat seminar kecil-kecilan di kantor atau di lingkungan anda, sebenarnya anda akan semakin mengerti materi seminar yang anda ikuti.

Kalau ada yang bilang, seminar sekarang kan mahal-mahal. Well, mahal itu kan relatif tapi kalo memang budget pribadi anda belum mencukupi untuk ikut seminar, sebenarnya anda bisa mencicil lewat kartu kredit anda, seperti layaknya mencicil produk electronic. Kena sedikit bunga tapi knowledge anda bertambah apa salahnya. Kan sekarang bisa tinggal telpon, rubah pembayaran jadi cicilan tetap berbunga rendah.

Lagipula ikut seminar bukan hanya menambah ilmu tapi juga menambah kenalan dan memperluas network kita. Tak jarang dari ajang kenalan saat coffee break or makan siang, kita malah dapat prospect untuk pekerjaan kita. Nggak jarang jumlah investasi seminar malahan jauh lebih kecil dibanding deal yang akhirnya terjadi setelah seminar dengan orang yang baru kita kenal disana.

Apalagi kita cukup beruntung di Indonesia harga seminar masih tergolong murah dibanding seminar di luar negri. Terakhir saya ikutan seminar Music Matters di Hongkong yang harganya US$ 750 per person untuk 2 hari. Dan sold out sebelum acara berlangsung. Maklum, para pesertanya memang sudah sadar untuk invest in knowledge. Hampir semua unsur dari industri musik asia hadir disana. Selain menambah ilmu juga menambah kenalan.

Music Matters 2007 Hongkong

Dan kita juga cukup beruntung karena speaker international juga sudah mulai sering mampir dan unjuk gigi di Jakarta. Moment seperti ini harus dimanfaatkan karena banyak ilmu yang bisa kita dapatkan. Kalau saya orang daerah, saya tidak akan ragu untuk datang ke Jakarta.

“Lantas saya harus mengambil seminar apa?” Kalau budget aman sih, ambil semua seminar yang pembicaranya sudah terkenal dan bagus membawakannya. Tapi kalau ada batasan budget, tentu sebaiknya dipilih yang sesuai dengan pekerjaan saat ini agar dalam waktu dekat hasilnya sudah bisa dirasakan.

Ada quotes yang bilang “You can become creative when you have a lots of idea” Nah, salah satunya cara saya untuk mendapat banyak ide dengan ikut seminar-seminar. Ikutan seminar bukan untuk langsung dapat jalan keluar dari masalah anda, tapi biasanya dengan ikut seminar kita bisa terpancing untuk mendapatkan ide-ide baru. Jadi jangan contoh-contoh di seminar di copy & paste ke dalam perusahaan kita, terkadang tidak selalu cocok.

Ingat, kreatif itu bukan turunan tapi kebiasaan. Jadi harus terus dilatih. So what are you waiting for? Join a seminar that will inspire you, my friend.

Diambil dari majalah Clear – kolom YORISSAYS every person is a creative person

 

Nagabonar Jadi 2

Filed under: creative — yoris72sebastian @ 6:31 pm
Tags: , , ,

Sangat tepat kalau dibilang film itu gudang kreativitas. Saya sendiri walaupun bukan termasuk movie freak tapi banyak belajar dari film untuk kehidupan sehari-hari termasuk untuk kerja sebagai seorang yang kreatif. Film inspirational buat saya misalnya Dead Poets Society, Jerry McGuire, People vs Larry Flint, Coyote Ugly dan The Replacement yang sering saya jadikan materi training untuk anak buah saya.

Nagabonar Jadi 2 boleh jadi menjadi contoh paling anyar bagaimana film nasional tidak melulu harus jadi film horror untuk laku. Saya berharap film ini laku terus (apalagi saat saya menulis kolom ini, animo penonton masih bagus). Film ini secara kreatif mengangkat tema cinta namun sarat dengan moralitas dan tetap menghibur. Cinta antara pria dan wanita. Cinta antara ayah dan anak. Cinta pada tanah air. Cinta pada sepak bola.

Banyak cinta yang ditampilkan di film ini secara komedi namun kuat pesannya. Senang sekali melihat film bertema cinta disajikan secara kreatif dan menjadi film berbobot dan laku. Ini type film yang membuat kita bilang ke orang yang belum nonton, “Loe harus nonton…!!”

Deddy Mizwar sebagai sutradara (dan pemain utama) berhasil meneruskan tokoh rekaan almarhum Drs. Asrul Sani secara alami dan pas dengan jaman milenium ini, dimana Bonaga – anaknya – menjadi pengusaha muda, lulusan S-2 dari Inggris, ganteng, mobil mewah dan suka party di disco tentunya. Bonaga yang diperankan sangat baik oleh Tora Sudiro layaknya ‘Mas Boy’ jaman sekarang.

Vu Ja De (Seeing the old things in the new ways) kebalikan dari De Ja Vu. Saya memang sangat suka dengan anti theory seperti ini. Ingat, program signature saya I Like Monday? Anti theory dari lagu legendaris Bob Geldoff, I Don’t Like Monday.

Kalau mau kreatif dan pelan-pelan melihat sejarah, sebenarnya banyak Vu Ja De yang bisa dilakukan. Sebut saja New VW Bettle, Sirkus Binatang menjadi Circus De Soleil (Sirkus manusia), Organizer Book menjadi PDA dan masih banyak lagi.

Salah satu yang paling hot dan sukses adalah Walkman menjadi ipod. Akhirnya Sony sebagai produsen Walkman lantas ikut-ikutan mengeluarkan Handphone Walkman, karena tidak tahan melihat keuntungan luar biasa dari bisnis ipod yang diluncurkan disaat mp3 file sharing marak di amerika. Dengan bantuan DRM (digital rights management), ipod menjadi salah satu sarana penjualan musik terbesar abad ini.

Ikut-ikutan menjadi sah-sah saja kalau kita melakukannya dengan lebih kreatif, lebih bagus quality atau memudahkan penggunanya. Sony Ericcson Walkman series tentunya membuat kita lebih praktis karena handphone dan mp3 player menjadi satu. Simple dan bisa jadi lebih hemat. Tambah seru lagi karena sebentar lagi kita akan kedatangan i-phone dari apple sebagai gabungan ipod dan handphone.

Kita tidak perlu selalu ingin menjadi innovator. Amazon.com bukan toko online yang menjual buku pertama tapi sekarang mereka menjadi yang terbesar dan terbaik. Contoh-contoh lain ada di buku “Fast Second: How Smart Companies Bypass Radical Innovation to Enter and Dominate New Markets”

Kreatif tidak harus menjadi yang pertama. Saya dulu sempat stuck beberapa lama karena selalu ingin membuat acara lain yang sifatnya innovator seperti I Like Monday, apalagi saya pemenang Indonesian Young Marketers Award – maunya bikin sesuatu yang baru terus.

Untung ada cerita amazon.com tadi yang menyadarkan saya bahwa ada saatnya kita tidak menjadi innovator tapi cukup menjadi lebih kreatif. Jadi walau Project Goliath bukan pioneer di dunia digital musik Indonesia (apalagi di dunia), namun proyek musik komersil ini memiliki misi tambahan dibanding digital musik entrepreneur lainnya. Bila berjalan lancar, mudah-mudahan bisa mengurangi pembajakan secara nyata dan mengajarkan para insan musik kita untuk belajar ber-bisnis mumpung masih produktif menghasilkan uang.

So you have plenty of opportunity out there. Vu Ja De, might lead you somewhere my friend. Be creative!

Diambil dari majalah Clear – kolom YORISSAYS every person is a creative person